Showing posts with label KEHIDUPAN. Show all posts
Showing posts with label KEHIDUPAN. Show all posts

Friday, May 29, 2009

Saya Bingung Dengan Ini???

OCTHO- Pikir saya saat itu, apabila saya sudah bisa akses internet dari rumah sepuasnya, maka akan menunjang segala kegiataan saya, termasuk kegiatan belajar di sekolah. Namun kenyataan harus berbicara laen. Karena internet tidak menjadikan diri saya berkembang, khususnya dalam hal pelajaran sekolah.

Malahan yang mengherankan, dengan mudahnya akses internet dari rumah, membuat semangat saya untuk bersekolah semakin menurun. Prestasi-prestasi gemilang yang pernah saya torehkan di sekolah tidak kunjung tercapai lagi. Dan hal ini sekaligus, ikut melemahkan tingkat kepercayaan saya pada sekolah, kalau dapat memberikan wawasan dan pengetahuan.

Saya mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang hidup di Papua dengan serba mewah. Karena apa? Karena bisa sepuasnya maen internet seharian, hampir 24 Jam, tanpa bayar sepersenpun. Padahal harga maen di warnet, sejam saja sudah 10 ribu rupiah. Dan ini sudah hal yang sangat luar biasa. Mana ada orang di Papua yang bisa maen internet sepuasnya seperti saya.

Hal ini seharusnya memacu semangat saya untuk belajar. Namun nyatanya tidak demikian, malahan hal ini membuat saya semakin terhimpit. Dan yang tidak habis piker lagi, dengan hadirnya internet, pikiran saya semakin kerdil untuk mempelajari dan memahami pelajaran sekolah.

Facebook membuat saya tergila-gila padanya. Seharian mungkin bisa bercanda ria depan internet ditemani Facebook. Tidak salah kata beebrapa orang, Facebook telah memperbudak setiap manusia. Sadar atau tidak sadar, sekali lagi saya mau katakan, bahwa yah, memang benar, kalau Facebook telah memperbudak saya.

Selain Facebook, ada lagi yang tidak terlalu kren, namun menguras segala waktu saya di depan Internet. Yaitu; Friendster, Ngeblog dan beberapa fasilitas laennya. Seharusnya saya yang harus bisa menguasai internet, namun yang mengherankan, internet yang telah membelenggu dan menguasai saya.

Secara jujur, kadang saya tidak pernah makan seharian, hanya karena bercanda, tawa ria depan internet. Dan bagi saya, bisa merasakan kebebasan dan menerima berbagai inforamsai dari internet, sudah tentu adalah segalanya. Memang kelihatannya hal ini agak lucu, dan bisa di katakan ini hal gila. Yah, tapi itulah yang sedang saya alami sekarang.

Sungguh, saya di buat menjadi gila pada dunia teknologi. Berbagai tugas sekolah sudah tidak pernah dikerjakan. Hampir 70% tugas sekolah saya tidak tuntas. Ini sudah tentu akan membuat saya semakin susah di tahun-tahun depan ketika saya menmpuh pendidikan yang lebih tinggi (kuliah).

Apa yang harus saya perbuat, ketika saya dibuat tidak berdaya dengan segala perkembangan internet saat ini. Hampir semua guru di sekolah selalu memarahi saya. Apa sebab? Yah, karena pelajaran sekolah saya menurun drastic.

Bagi mereka, ini merupakan hal yang aneh, apabila segala pelajaran sekolah saya, dan prestasi-prestasi gemilang yang pernah saya torehkan, baik dalam linkungan sekolah, maupun lingkungan luar sekolah tidak tercapai lagi. Di luar dugaan ternyata, banyak dari mereka yang sangat mengharapkan saya untuk menjadi orang yang berkembang. Khususnya dalam lingkup pelajaran sekolah.

Terlambat sekolah hal yang sangat lumrah atau biasa bagi saya. Padahal tau nggak? Jarak sekolah dengan asrama saya hanya 20 meter. Ini sudah di luar kesadaran, apabila masih bisa terlambat. Yah, tapi itulah kenyataan yang terjadi. Internet membuat saya malas belajar di sekolah.

Kosentrasi tidak pernah terarah pada guru yang sedang membawahkan pelajaran. Hanya membayangkan internet dan Facebook yang akan menjadi sahabat saya kala nanti saya pulang sekolah. Selain itu membayangkan Informasi baru apa yang akan saya dapatkan di dunia internet.

Pertanyaan saat ini, apakah saya harus berhenti main internet. Apakah saya harus melenyapkan internet dari mata saya. Apakah saya harus buang laptop saya yang agak kusam, karena kecintaan saya pada dunia pendidikan yang akan mengarahkan dan menentukan saya apa jadinya saya di masa depan. Harus ada solusi yang di ambil.

Sudah tentu tidak mungkin saya harus pisah dari internet. Karena apa sebab, internet juga telah membantu saya banyak hal. Terutama dalam dunia infomrasi dan pengetahuan yang saya dapatkan setiap detik, setiap waktu. Dan sudah tentu ini akan menjadikan saya orang yang sedikit jenius.

Apa yang harus saya lakuka? Saya masih bingung. Hal ini harus terjawab. Karena dalam waktu dekat saya akan hadapi ulangan semester. Dan kalau tidak selesaikan segala tugas saya sebelum ulangan, bukan tidak mungkin akan membuat saya semakin sudah menghadapi ulangan nanti.

Mungkin ada yang bisa memberi masukan terkati hal ini.. karena saya butuh siapapun yang bisa memberikan masukan dan pendapat, untuk membuat saya tidak menjadi korban dari internet. Seharusnya internet yang menjadi korban dari saya. Kalau ada tanggapan terkati hal ini, sangat diharapkan untuk membantu saya. Salah, Tuhan Yesus Memberkati.



headerr

Baca Selengkapnya......

Friday, November 07, 2008

Hanya DIA Hakim Yang Agung

MALAM yang penuh sensai begitulah pikiriku, dimana kami berkumpul bersama untuk memuji, memuliakan dan menagungkan sang pencipta sebagai pribadi yang kami cintai dan banggakan. Malam itu semua teman-teman saya menyanyi dengan bergitu girangnya hingga memaksa saya untuk ikut bersemangat.

Sehabis menyanyi kamipun membuka hati kami dimana siap untuk menerima kebenaran firman Tuhan yang akan disampaikan oleh teman kami, Mianus namanya.

Sangat menarik, sekaligus menggungah hati saya untuk direnungkan. Nggak ingat persis bunyi Firman Tuhan yang disampaikan. Tapi inti dari penyampaian firman itu dimana kita diajar dan didik untuk tidak menjadi hakim untuk orang lain, dalam hal ini teman kita yang seringakali mengecewakan dan menyakiti kita.

Entah betul apa tidak, selama ini kita hanya selalu memandang kejelekan dan keburukan dari seorang sahabat. Padahal diri kita juga belum tentu kudus. Bahkan sadar tidak sadar kita juga selalu menjadi hakim untuk orang lain. Padahal DIA berfirman hanya dialah hakim yang agung, hanya DIA sendiri yang berhak mengadili dan menghukum orang yang ada di muka bumi ini.

Banyak pengalaman hidup yang sering saya temui dan lewati, dimana ketika seorang teman bersalah semua pada mengolok-olok bukannya membangkitkan atau memberi semangat. Kalau caranya gini bukan jalan keluar yang kita berikan pada teman, melainkan beban masalah yang bertambah sehingga bukan tidak mungkin dia akan berbuat masalah terus-menerus.

Mari kita sebagai umat beragama dan beriman, sama-sama kembali mengoreksi diri kita kira-kira kita berada di posisi yang mana. Kalau direnungkan ternyata kita suka menghakimi orang lain, secara terbuka mari kita merubah sikap dan kelakukan itu. Karena tentunya ketika kita mempertahankan kelakuan seperti ini tentu kita akan dibenci ama siapa saja, terutama Tuhan yang menjadikan kita.

Manusia yang sadar adalah manusia yang mau adanya perubahn. Dikatakan bebal apabila nasehat, renungan hingga semua yang disampaikan tidak mau didengarkan. So….tidak mau jadi orang bebal, mari kita rubah kebiasaan yang buruk itu. Sehingga kita menjadi berkat di tengah orang lain.

Kita bukanlah malaikat, tidak mungkin dalam seminggu atau sehari kita kita merubah sikap itu. Namanya manusia perlu proses yang panjang untuk merubah semua itu. Dan Tuhan juga tidak pernah memerintahkan kita untuk segera merubah sikap itu, namun yang dia inginkan adalah dari hari ke hari kita bisa adanya pembaharuan untuk mencapai kesempurnaan.

Semoga hanya Tuhan yang menjadi hakim agung dan adil atas diri kita. Sehingga kekecwaan, kecemburuan, kekucilan dan lain sebagainya yang dapat menghancurkan diri kita tidak terjadi.


Baca Selengkapnya......