Showing posts with label SEKOLAH. Show all posts
Showing posts with label SEKOLAH. Show all posts

Monday, June 07, 2010

Hari Ini SD Kristen Agape Menggelar Acara Mengakhir Tahun Ajaran

OCTHO- Sekolah Dasar Kristen Agapa Terpadu besok (red, hari ini) akan menggelar acara ibadah syukuran untuk mengakhiri kegiataan proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2009/2010. Hal ini di sampaikan Youke Ririhatuela, salah satu Guru di SD Agape sekaligus panitia pada acara ini.

Menurutnya acara ini adalah program sekolah yang rutin di laksanakan. Dan akan di langsungkan setelah melakukan pembicaraan dengan dewan guru.

“Para dewan guru telah rapat beberapa waktu lalu, dan memutuskan untuk menggelar kegiataan ibadah syukuran ini,” tegasnya menjelaskan.

Acara ini sendiri berlangsung di halaman SD Kristen Agape. Dan turut mengundang semua orang tua/wali murid anak-anak didik. “Kami akan menggelar acara ini di halaman sekolah SD Agape, semua orang tua wali murid di undang untuk menghadirinya,” kata Youke menjelaskan.

Selain acara Ibadah Syukuran, Youke juga mengatakan bahwa akan ada beberapa acara lagi yakni; seperti pentas kreatif anak-anak SD Agape (pentas budaya), Perpisahan kelas VI (acara penamatan) dan yang terakhir acara penerimaan raport.

“Ketiga acara tersebut akan di gelar pada sore esok (red,hari ini), pukul 05 sore, dan tentunya yang paling menarik untuk di saksikan adalah acara pentas kreatif anak-anak SD, karena semua anak-anak di berikan kesempatan untuk menunjukan kemampuannya dalam mementaskan budaya mereka,”tukasnya.

Selain itu, seluruh orang tua wali/murid di himbau untuk membawah makanan, karena pada akhir acara akan ada ramah tamah bersama Guru-guru, anak-anak dan orang tua wali Murid. “Di harapakan kerja samanya untuk para orang tua, agar bisa membawah makanan untuk ramah tamah,” akhirinya menambahkan. (op)

Baca Selengkapnya......

Friday, November 07, 2008

Catatan Hari Pendidikan Nasional

Pendidikan di Indonesia saat ini carut marut, walaupun beberapa putra daerah di Indonesia bisa menunjukan kelebihan mereka dengan menyumbang beberapa emas di Olimpiada beberapa saat lalu. Beranjak dari keprihatinan itu saya menyuarakannya dengan menulis sebua tulisan, yang kirannya dapat direnungkan. sekedar Info, Tulisan ini pernah di muat di Harian Papua Post Nabire, beberapa saat lalu. silakan lanjutin bacanya.

Tanggal 2 Mei adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonensia. Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasonal bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidkan kita yaitu Ki Hajar Dewantar dengan nama asli: Raden Mas Soewardi.

Mengulas sedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidkan di bumi Indonesia, beliau sempat mendirikan salah satu taman siswa pada 3 Juli 1992 untuk sekolah kerakyatan di Yogyakarta. Kemudian beliau juga sempat menulis berbagai artikel yang intinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah (belanda) yang kadang membunuh serta menghambat tumbuh dan berkembangnya pendidikan di Indonesia.

Hingga salah satu artikel "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli : Als ik eens Nederlander was) yang pernah dimuat dalam surat kabar de Expres milik Douwes Dekker tahun 1913 adalah salah satu artikel yang mengubah paradigma banyak orang terlebih khusus para penjajah bahwa orang Indonesia khususnya penduduk pribumi membutuhkan pendidikan yang layaknya sama dengan para penguasa dan kalangan berduit.

Bertolak dari usaha, kerja keras serta pengorbanan dirinya melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional. Bahkan yang lebih menggembirakan dirinya di anggap sebagai bapak Pendidikan untuk seluruh orang Indonesia, penghormatan itu terbukti dengan ditetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia yang sedang diusahaknnya dalam penjajahan para penjajah belanda beliau memakai semoboyan “tut wuei handayani” semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya "ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa”. Semboyan ini masih dipakai dalam di dunia pendidikan kita hingga era reformasi ini. Bahkan dengan semboyan itu telah sedikit mengubah warna pendidikan kita di Indoenesia saat ini.


Meninjau Perkembangan Pendidkan di Era Reformasi

Banyak orang senang dan bahagia, terlebih khusus para penggila, pencinta dan pelaku pendidikan di seluruh Indonesia ketika memasuki era reformasi. Saat kekuasaan presiden Soeharto yang kurang lebih berkuasa selama 32 tahun tumbang pada tahun 1997 akibat pergerakan mahasiswa Indonesia mendasari lahirnya era reformasi. Era yang dikatakan sebagai era perubahan, era yang bisa semua orang berbicara serta era yang dikatakan sebgai era pembaharuan. Berarti pendidikan juga harus mengalami perubahan.

Mereka berharap dan berpikir diera ini segalanya akan berubah. Problematika pendidikan yang terjadi saat Presiden Soekarno memimpin di era orde lama (1945-1965) dan Problematika pendidikan yang terjadi saat masa kepemimpinan Presiden Soeharto di era orde baru (1965-1985) serta masa kepemimpinan beberapa presiden setelah kedua pemimpin diatas memerintah bisa segera teratasi yang tentunya sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan kita.

Namun yang memprihatinkan perkembangan pendidikan diera reformasi ini tidak jauh berbeda dengan perkembangan pendidikan diera orde lama (1945-1965) maupun perkembagan pendidikan diera orde baru (1965-1985). Malahan perkembangan pendidikan di era reformasi ini lebih menggenaskan dan memprihatinkan. Bahkan di era ini banyak korban pendidikan yang berjatuhan seperti; siswa, guru termasuk para orang tua pun menjadi korban daripada pendidikan di era reformasi ini. Mengapa saya bisa katakan demikian.

Banyak anak-anak yang tidak memilik biaya hingga tidak bersekolah, banyak lulusan SMA/MA dan sederajat lainnya harus menggangur karena tidak mampu membayar biaya pendidikan bahkan banyak lulusan SMA/MA dan sederajat yang melanjutkan ke perguruan tinggi harus mengundurkan dari perkulihaan karena tidak mampu membayar biaya kuliah.

Sesuai dengan tujuan dan cita-citanya pendidikan kita haruslah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mungkin berkembang dari kata mencerdaskan banyak orang mengartikannya dengan mengambil berbagai kebijakan yang dapat membuat pendidikan di Indonesia bisa berkembang. Salah satu caranya unutk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah mengadakan Ujian Nasional, nyatanya Ujian Nasional bukan menciptkan generasi yang cerdas namun menciptkan generasu yang rusak baik mentalnya maupun kerohaniaanya.

Siapapu tidak bisa membantah kalau Ujian Nasional telah menciptakan generasi yang rusak moralitasnya. Sebagaimana bisa kita lihat beberapa fenomena kecurangan dan kejahatan yang sering terjadi hinggat ditayangkan diberbagai media masa maupun media elektronik. Beberapa saat lalu Ujian Nasional tingkat SMA/MA dan setingkat lainnya telah diberlangsungkan namun meninggalkan bekas yang sangat memprihatinkan karena dimana-mana terjadi kecurangan yang patutnya tidak perlu terjadi.

Beberapa saat lalu tepatnya hari kamis hari terakhir Ujian Nasional bagi siswa-siswi SMA/MA, saya menyaksikan sebuah tayangan berita di salah satu TV swasta yang menayangkan kecurangan Ujian Nasional yang terjadi, hingga 17 orang guru harus berhadapan dengan aparat hingga harus diadili. Bukan kasus itu saja melainkan didaerah lainpun terjadi hal yang sama. Bahkan beberapa kepala sekolah tega menjual lembaran soal hingga mencapai jutaan rupiah. Dengan demikian inikah yang dinamakan mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesuai dengan cita-cita nasional.

“ seandainya beliau masih hidup beliau akan menangis dan meratapi melihat buruknya pendidikan di negeri ini”. Demikian salah satu kutipan artikel singkat yang ditulis oleh salah satu korespondesi situs wikimu di internet. Sedikit menyimak dan membaca artikel itu sayapun ikut sedih. Sebagaimana tidak sedih perjuangan beliau agar pendidikan di Indonesia bisa maju dan berkembagn yang sekaligus mengubah berbagai ketertinggalan yang terjadi namun, kenyataannya yang terjadi adalah keterpurukan system pendidikan.

Kita seharusnya memahmi dan menyadari bahwa berjuang dibawah tekanan, penjajahan dan ancaman bukanlah hal termudah. Namun dalam kesulitan seperti inilah yang ditunjukan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa beliau ingin adanya kemajuan pendidikan. Sehingga dalam tekanan apapun beliau tidak pernah gentar dan takut hanya demi memajukan pendidikan di negeri ini. Bertolak dari pada usaha dan kerja keras beliau seharusnya para pengambil kebijkan pendidikan di indenesia seharusnya berpikir dan mencerna bagaimana solusi yang diambil agar semua kegiatan pendidikan yang terjadi tidak membuat sedih pilunya hati bapak pendidikan kita.

Fenomena keburukan yang terjadi saat ini bukan saja masalah Ujian Nasional, namun yang terjadi juga adalah biaya sekolah dari tahun ketahun yang semakin meningkat. Saya sendiri sebagai siswa menyadari adanya lonjakan tingginya uang sekolah dari tahun ke tahun. Padahal berbagai janji manis seperti adanya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) akan membantu meringankan biaya sekolah, bahkan ada juga yang mengatakan dengan adanya dana bos maka pendidikan alhasi akan gratis. Apakah pendidikan saat ini di Indoensua gratis? Jangan mimpi bo pendidikan mau gratis. Realisasi dana pendidikan yang dialokasikan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasalnya yang ke 49 bahwa 20% dari APBN dialkosikan untuk pendidikan. Namun kenyataan sampai sat ini semua itu tidak nampak.

Dengan berbagai janji manis yang sengaja dilanggar ini memberi peringatan kepada kita bagaimana nasib pendidikan Indonesia di masa depan nanti. Bagaimana nanti nasib generasi yang akan datang? Generasi yang akan datang mau dikemanakan? Bagaimana seandainya generasi yang akan datang mengikuti kesalahan para pengambil kebijakan pendidikan. Apakah ini mau dikatakan sebagai generasi yang berbobot dan generasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan cita-cita nasional yang telah tertera dalam Undang-Undang Dasar1945.

Makna Hari Pendidikan Nasional

Hari ini sebagai hari pendidikan nasional. Tidak perlu kita, terlebih khusus para pejabat pemerintahan dan pengambil kebijkana pendidikan nasional berpikir keras dengan berbagai teori dan berbagai pedoman unutk memajukan pendidikan di Indoensia. Bahkan kitapun tidak perlu sibuk mencari cara-cara dan trik-trik untuk bersaing dengan Negara lain khususnya dalam bidang pendidikan.

Dahulu kala saat orde baru para siswa-siswi dari Malaysia dan beberapa Negara tetangga lainnya yang datang dan belajar di Indonesia namun berbeda dengan saat ini para pelajar dari Indonesialah yang pergi belajar dan berguru di Negara jiran ini. “Saat ini, pelajar asing di Malaysia sudah mencapai angka 25.939 orang. Mereka datang dari berbagai negara, Uganda, Afrika Selatan, Korea Selatan, Korea Utara, India, Inggris, Vietnam, Bangladesh, Singapore, Kanada dan masih banyak lagi yang lainnya, termasuk negara tetangganya, Indonesia”. Demikian bunyi salah satu kutipan tulisan yang terdapat salah satu situs milik pemerintah Malaysia. Dengan membaca ini memberi perngertian pada kita kalau mereka (Malaysia) juga menaggap pendidikan di daerahnya lebih maju dan berkembang di bandingkan dengan di beberapa Negara termasuk kita negara tetangganya.

Dengan ketertinggalan pendidikan serta problematika pendidikan yang terjadi terus-menerus di Negara kita, bagaimana jalan keluar yang perlu diambil agar kedua hal diatas tidak terjadi lagi? Memang berat kalau memikirkan penyelesaiaanya serta penuntasan problemnya. Namun semua akan terasa ringan dan mudah kalau penyelesaian ini kembali kepada system demokrasi sesuai dengan asas dan falsafah Negara kita. System demokrasi mengutamakan kebersamaan dalam mengambil keputusan dan tindakan. Ketika keputusan diambil secara bersama-sama (musyawarah) maka semua pihak yang ikut mengambil bagiaan termasuk masyarakat akan merasa puas dan bahagia, sehingga penerapan dan prakteknya dapat memberi kepuasaan kepada semua pihak dan semua instansi. Dengan cara seperti ini alhasi pendidikan di Indonesia sedikit baik mutunya hingga kita bisa merasakan enak dan baiknya pendidikan.


Baca Selengkapnya......

Friday, October 24, 2008

Belajar, Diajar, Mengajar

DUNIA tidak selebar daun kelor. Itulah kata beberapa orang. Didalam dunia ini ada tiga hal yang sering dilewati hampr dalam tiap segi kehidupan. Yaitu belajar, diajar dan mengajar. Ketiga hal ini kalau satu saja tidak ditetapkan maka kefatalan akan terjadi.

BELAJAR…banyak orang mengartikan belajar hanya di sekolah atau formal saja. Padahal tidak dimanapun kita bisa belajar. BelajSar bukan hanya butuh guru atau pendamping namun diri kita juga bisa menggunakan apapun yang ada dsekitar lingkungan kita untuk belajar. Istilah belajar secara sederhana adalah perubahan pandangan dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Namun dalam hal ini guru dan orang yang lebih dewasa menjadi panutan untuk siapapun belajar. Belajar juga bisa dari pengalaman atau kisah hidup yang pernah terjadi. Banyak anak muda termasuk saya pernah berpikir kendala utama seseorang tidak berkembang karena terbatasnya fasilitas. Padahal tidak contoh besar dapat kita lihat dari kejeniusan dan kemampuian Thomas alfa Edison menciptakan bola lampu karena kemauan dan semangat juang. Memilki berbagai Fasilitas belajar namun tidak ada semangat dan kemauan percuma saja, bukan?

Dalam pelajaran PPKN saya pernah mendapat sedikti ilustrasi bagus yang menguraikan bagaimana seseorang mempunyai satu buah apel dan satu lagi mempunyai satu buah mangga. Apa yang harus dilakukan agar seseorang bisa merasakan enaknya kedua buah tersebut. Jawabannya yah harus membaginya? Sama halnya dengan ilmu apa yang harus diilkauakn agar labih mendaptkan ilmu yang intinya hrus mau diajar.

DIAJAR….. di atas langit masih ada langit. Hal inilah yang selalu ditekankan oleh para guru maupun pengasuh saya ketika saya bertindak agak sedikti sombong. Dengan demikian mau tidak mau kita harus mau untuk menempuh langit yang lebih tinggi dari langit kita itu. Dengan cara mau diajar. Hal utama yang membuat seseorang tidak berkembang karena dirinya menganggap tidak pantas seseorang muda usia yang lebih berpengalaman mengajarkan pada orang tua. Hal ini banyak terjadi dalam kehidupan. Dengan demikian apabila cara ini tetap dibiarkan akan berdampak merusak hidup.

Diajar bisa dari apa, sesuai amanat UU No 32 tahun 2003 mengenai tempat menempuh pendidikan dibagi menjadi 3 bagian. Informal di sana kita harus mau didik oleh keluarga, baik kakak, adik maupun famili kita yang lain. Non formal, di sana kita juga harus mau didik dan diajar oleh para pembibing les atau kursus yang telah kita daftar.

Kita tidak bisa bertindak semena-menanya karena di sana kita mempunyai pengajar. Yang berikut hal ini telah formal di mana disini kita dibina dididik dan diajar oleh guru yang telah berpengalaman yang semua pengajar itu mau membawa kita kepada kesuksesan.

Rasanya sangat bosan dan jenuh apabila kita selalu menginginkan pengajaran dari tiap orang. Dan hal ini juga secara tidak sadar sedikit memalukan karena orang akan menganggap “wah orang itu belajar terus, pelit lagi”. Paling siapapun tidak inginkan hal ini diucapkan oleh orang yang menilai dirinya di lingkungan tempat dirinya tinggal. Untuk menjaga dan mengantisipasi agar hal ini tidak terjadi maka ada tindakan yang harus diambil dari pada orang yang selalu belajar adalah tahap ketiga yaitu mengajar.

MENGAJAR…..mengajar adalah memberikan kepada seseorang sebuah ilmu atau kemampuan yang kita miliki. So, pasti ketika kita belajar dan diajar semua ilmu telah kita milki, dengan demikian salah satu cara terbaik untuk kita disenangi atau disayangi oleh orang lain adalah kita mengajari mereka. Namanya mengajar bukan saja ilmu namun masih banyak hal lagi seperti mengajar orang dari berbagai pengalaman kita kemudian mendidik karakter orang melalui pengalaman kita dan lain sebagainya.

Semua pengajaran yang kita berikan jangan selalu berpikir uantuk mengajar dengan mengharapkan imbalan tetapi berpikir uantuk memberikannya dengan setulus hati kita karena upah yang kita harapkan diberikan nanti oleh Sang Pencipta.


Baca Selengkapnya......

Thursday, October 23, 2008

Nggak Kesekolah

HARI ini bagiku adalah hari yang sangat mengecewakan. Why, karena saya tidak ke sekolah. Bagiku sekolah adalah rumah keduaku. Bagaimana di sekolah bisa bertemu ama siapa saja, guru, teman-teman, kakak, termasuk ama pacar. (sayangnya saya nggak punya pacar).

Dan yang lebih menggembirakan adalah, bagaimana kita disekolah kita bisa menemukan dan mendapatkan berbagai ilmu dari guru kita.Walaupun di Internet kita bisa menemukan berbagai ilmu yang lebih mendalam dari pengajaran guru kita

Tidak ingat persis, tapi seingatku beberapa hari lalu juga saya tidak masuk sekolah, entah apa alasannya saya dah lupa nih.

Sempat saya ceritakan di tulisan sebelumnya, bahwa saya sempat tidak enak badan (sakit) sehingga saya harus makan sebanyak-banyaknya supaya sehat kembali. Malamnya sehabis makan, sayapun membaringkan badan saya, serasa biasa saja.

Namun alangkah kagetnya, pagi sekitar jam lima, serasa badang saya mengigil. Sehabis itu sakit saya yang beberapa saat lalu pernah saya alami (ginjal) Kembali kambu dan sakit lagi. Mau tidak mau saya harus beristrahat, tidak bisa deh….ke sekolah.

Hanya terbaring ditempat tidur, memikirkan nasih saya yang begit krusial, ini bukanlah nasib, melainkan karena kesalahan saya, diantarana karena tidak pernah menjaga dan mengontrol diri. Coba kalau rajin mengontrol diri, nggak mungkin sakit seperti ini.

Tapi nggak apalah, pasti sembuh kok, dan bisa belajar kembali bersama dengan teman-teman saya yang sangat baik dan sopan.

Baca Selengkapnya......

Menyapa Mereka

PAGI :R itu saya hanya bisa terpaku diam ditempat tidur. Sambil menahan rasa sakit, seperti yang telah saya uraikan di tulisan sebelumnya. Dimana penyakit yang selalu menyerangku kambu lagi. Itu semua salahku, bukan salah siapa-siapa.

Handphone yang menurutku tidak berarti lagi (karena pulsanya habis booo) :D kugengam seraya menekan angka *888# sambil menungggu kurasakan sakitku semakin memuncak. Tapi luar biasanya, didalam kesakitan itu saya berpikir untuk bagaimana memberkati teman-temanku yang selalu menyapa saya dalam segala waktu

Yups, nyatanya pulzaku tinggal 320 rp, kupikir apa bisa mengirim beberpa SMS ama teman-temanku. Tapi nyatanya ketelitian saya membuahkan sebuah hasil, dimana unutk sesame telkomsel biaya SMS nya gratis alias 0.

Dengan senang hati, saya mengirimkan sebanyak-banyak SMS ke semua temaku yang dirasakan penting, tentunya yang saya bisa kirim hanyalah mereka yang memilki kartu sama denganku, bagi teman2 yang membaca tulisan ini dan tidak mendapatkan kiriman SMS dariku maafkan aku yah??

Ini bunyi SMS yang memberkati teman-temanku “Pagi yang cerah, burung yang berkicau, seakan-akan mengajak kita untuk bersyukur atas berkat dan kasih Tuhan yang tak pernah berkesudahan, Met pagi kawan2ku selamat beraktivitas.”

Kutipan kata yang sangat singkat, namun bermakna dan berarti untuk perkembangan otak kita. Dimana kita diajarkan untuk selalu mengucapkan syukur atas berkat, kasih serta segalanya yang selalu dilimpahkannya kepada kita, sebelum memulai hari-hari hidup kita.

Ternyata, ketika teman2ku mendapatkan SMS itu, adapula yang membalas dengan mengirim yang lain lagi untuk aku. Ada seorang teman yang mengirimkan pesan demikian “Kasih yesus tidak akan pernah berpindah dari hidupmu, kasihnya melebih emas atau permata, walaupun mentari berhenti bersinar, namun satu yang pasti dala hidup yesus akan selalu memegang tanganmu dan berjalan bersamamu untuk melalui kehidupan ini, met pagi n met berakifitas kawanku.

Senang deh, dikirimin kata-kata seperti ini, tunggu saja akan saya ulas beberpa kata-kata mutiara yang menjadi idolaku dan selalu tersimpan rapi didalam Handphone saya :)


Baca Selengkapnya......

Tidak Mempergunakan Waktu Dengan baik

KEMARIN seharusnya saya posting tulisan ini, karena ini berita hari kemarin, tapi dasar pemalas dan suka tunda-tunda pekerjaan jadi nggak sempat ku posting, lagian saya juga sempat ngajarin beberaa teman untuk belajar buat fs, kan malu, curhat kok dilihat teman, kalau diliha teman dunia maya, iyah nggak papa.

Saya lanjutkan lagi yah, Upacara selesai. Saya dan beberapa teMan saya yang terlambat di panggil ama guru saya. Secara mengenjutkan guru kami memberikan hukuman, yang rasanya hukuma itu saya pribadi tidak pantas tuk trima

Ngaak papalah, saya sebagai siswa harus menerima semua itu. Kami disuruh untuk Push Up, suatu olahraga yang disering dilakuk an oleh beberaa olahragawan, padahal saya bukan olahragwan lho, (dasar anak malas). Seraya meletakan kaki dan tangai di tehel sekolah yang pada saat itu tidak terlalu bersih, maka sayapun harus push up di saksikan beberapa pasang mata yang agak menghina dan mengejek saya, yah...trima aja.

Belum selesai beban dan kesusahan saya,setelah hukuma di lakukan saya harus langsung memasuki ruang kelas dan memulai pelajaran (ulangan) yang kiranya akan diberlangsungkan sebentar lagi. Guru yang kami tunggu akhirnya datang juga. Dengan membawah kertas hasil copyan, maka ulanganpun siap diberlangsungkan.

Pusing keliling, karena belum belajar satupun, menyesali dan menyalahkan diri tidak ada gunanaya, kuberpikir sejenak, coba aja waktu itu saya memutuskan tuk belajar, dan tidak habis begitu banyak waktu untuk didepan Laptop, palingan sayapun bisa mengeisi soal yang dikasih sama seperti teman2 saya yang bisa mengisi soal2 itu.

Untungnya ada beberapa soal yang agak mudah, jadi tanpa belajarpun saya sedikit bisa mengerjakan itu. Nggak apalah, yang penting bisa mengikuti dan mengerkan soal. daripada nggak ikut sama sekali kan malu juga, heheeheheheh.

Ulangan dikumpulkan dengan begitu santainya, nggak tahun dapat nilai berapa besok saat ulangan di bagikan, dapat berapapun hasilnya itu adalah suatu kenyataan yang saya harus terima dengan lapang dada. Bukan berarti menyerah dengan keadaan lho, tapi sadar akan kesalahan dan kebrutalan yang saya lakukan.

Dan ini juga menjadi renungan panjang yang harus saya renungkan, bagaimana harus menghargai dan memaknai waktu dengan begitu baik. Supya dikemudian hari tidak membawah kekesalan dan kerugian pada diri kita.

"HARGAILAH WAKTU YANG ADA, KARENA WAKTU TIDAK BISA BERPUTAR KEMBALI"


Baca Selengkapnya......

Waktu Yang Terabaikan

SAYA ingat persis, pagi itu jam lima. Semua teman-teman saya belum bangun. segera saya melangkahkan kaki saya turun dari tempat tidur. Berpikir sejenak, :D apa yang akan saya lakukan yah

Baju belum setrika, celana juga apalagi, buku belum disiapkan. Bahkan yang lebih tragis saya belum belajar satupun, padahal sebentar pada jam pertama kita akan ada ulangan pengayaan seluruh isi materi Bab i pelajaran Fisika.

Padahal susah bangat lhoo, pelajaran Fisika padahal saya sering tidur lho kalau ada guru yang ngajar, he..hehe...malu :))

Ternyata keputusan saya ambil keluar dari jalur yang saya pikirkan, ketika bergegas ke kamar mandi (WC) saya teringat dengan Laptop saya yang sudah bisa conect wireleas dengan sesuka-suka (GRATIS)

Sayapun mengalihkan seluruh perhatian pada Laptop saya yang masih menyala, karena malam lupa matikan, (BOROS LIStrik sihhhhh)
dan semua kegiatan sudah melenceng didepan dunia maya.

BerbAGAI situs yang kiranya menarik kubuka satu persatu, sambil membalas beberapa komentar Friendster, sekaligus membalas Email saya. Tidak terasa Jam menunjukan 06.30 dimana waktu untuk mandipun telah kulEwati begitu saja.

Secara terburu-buru bergegas ke kamar mandi untuk mandi, tidak teras waktu hampiur menunjukan pukul 07.00 tiba disekolah, yah dah terlambat,masyalahhhhh>><<<

Kurenungkan sejenak, ketika tidak dipernkenankan untuk mengikuti upacara secara resmi. TerUngkaap sudah,

KALAU WAKTU TELAH MEMBUNUH DAN MENGUASAI SAYA, COBA KALAU SAYA YANG MENGUASAI WAKTU"

Baca Selengkapnya......