Thursday, January 01, 2009

Pilkada Nabire Tertunda, Dosa KPUD Nabire


Tulisan ini saya buat hanya mewakili kekecawaan Publik di Nabire mengenai Pilkada Nabire yang kalang kabuat sampai saat ini. Para Pejabat menginginkan Pilkada Nabire di tunda, dengan beberapa kepentingan yang sangat menguntungkan mereka. Mereka buta dengan hal ini, mereka yang tidak tahu yang rakyat Nabire selalu dan selalu bergumul untuk melihat siapa pemimpin baru yang akan memimpin Nabire di tahun yang baru.

Entahlah....kita orang kecil, hanya bisa menyuarakan semua keluh kesal itu lewat media. Yang kadang kala suara kita para pejabat umpamakan seperti anjing gigi ompong yang gong-gong terus menerus tanpa menerkama maupun menggigit. Silakan simak, agak keras sihh Tulisan.



Beberapa tahapan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nabire telah di berlangsungkan dengan baik, mulai dari pendaftaran kandidat, penyampaian visi misi, penetapan pasangan, pencabutan nomor urut serta kampanya namun tinggal satu tahapan dari semua tahapan yaitu pencoblosan.

Warga masyarakat Kabupaten Nabire tentunya akan bertanya-tanya, kenapa sih hari pencoblosan belum di putuskan sampai saat ini, padahal beberapa tahapan telah di lalui oleh para kandidat dengan mengeluarkan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Tentunya pertanyaan ini akan terus menerus menjadi hayalan dalam segala perbincangan masyarakat di Kabupaten Nabire.

Beberapa alasan dari KPUD Nabire terkait belum di putuskannya hari pencoblosan karena Pilkada Nabire menurut melanggar undang-undang dan aturan yang berlaku di negeri ini. Sebenarnya tidak seperti itu, semua itu terjadi karena KPUD Nabire terlalu banyak berharap kepada KPU Pusat dan KPU Provinsi. KPUD Nabire seakan-akan sangat berharap kepada KPU Pusat dan KPU Provinsi sebagai dewi yang akan menetukan dan mensukseskan Pilkada Nabire. Padahal tidak, sukses dan tidaknya Pilkada Nabire adalah kewenangan penuh dari KPUD Nabire sebagai lembaga independent yang di bentuk dan di angkat oleh warga masyarakat kota Nabire. KPU Provinsi dan KPU Pusat hanya pengawas jalannya Pilkada Nabire.

KPUD Nabire dalam hal ini telah salah besar, karena terlalu berharap banyak kepada KPU Pusat KPU Provinsi. bayi yang masih menyusui, dan menangis tersedu-sedu ketika tidak diberi susu oleh ibunya, itu yang bisa kita gambarkan kepada kinerja KPUD Nabire yang masih sangat belia dan lamban. Dengan cara kerja seperti ini tentunya semua kita akan bertanya kalau begitu mereka (KPU Nabire, red) di angkat karena memiliki kemampuan atau kelebihan dari segi apa??

Masih ingat dengan pernyataan bapak Yap Marey sebagai tokoh politik dan tokoh masyarakat Kabupaten Nabire di depan Ketua KPUD Nabire pada saat bertatap muka langsung dengan masa dari Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Nabire, yang bagaimana minta supaya KPUD Nabire tidak membodohi dirinya sendiri dan membodohi masyarakat Kabupaten Nabire. “ingat pesta ini adalah pesta rakyat, bukan pesta para kandidat kalau bapak sudah pintar, jangan bikin bodok bapak dengan bikin bodoh kita lagi,” terang marey dengan geram. Setidaknya, pernyataan ini menjadi pelajaran penting bagi anggota KPUD Nabire yang baru. Karena rakyat Nabire saat ini, bukan rakyat primitive seperti dulu yang bagaimana bisa di bodohi.

Yang sangat mengherankan, KPUD Nabire dengan beraninya mengatakan bahwa semua tahapan dalam Pilkada Nabire telah sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini. Padahal kalau mau di kaji secara dalam, ada beberapa tahapan yang telah keluar juga dari aturan perundang-undangan. “Semua tahapan dalam Pilkada Nabire telah diberlangsungkan dengan baik, tidak ada yang cacat hukum,” terang Yusuf Kobepa SH ketua KPUD Nabire beberapa saat lalu menjawab pertanyaan masa dari Aliansi Peduli Pilkada Nabire di halaman kantor KPUD Nabire.


Maju Akan Kena Ulahnya

Pilkada Nabire kalau mau di paksakan untuk di selenggarakan tahun ini, sangatlah tidak mungkin. Karena Pilkada Nabire telah keluar dari jalur hokum yang berlaku di negeri ini. Mulai keluar dari UU No 32 dan UU No 12. kedua Undang-Undang ini adalah jaminan hokum yang pasti untuk menyelenggarakan Pilkada di seluruh Indonesia bukan di Kabupaten Nabire saja.

Penjelasan singkat yang di uraikan oleh Yusuf Kobepa, SH pada saat bertatap muka langsung dengan para pendemo dari Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Nabire beberapa saat lalu adalah jawaban kongkrit yang sangat masuk di akal. “Kita tidak bisa memaksa untuk menyelenggarakan Pilkada pada tahun ini, karena Pilkada Nabire akan di anggap cacat hokum oleh pemerintah pusat, selain itu Pilkada Nabire juga telah sangat menyalahi hokum yang ada di negeri ini,” terang kobepa pada saat itu di depan kantor KPUD Nabire.

Kewenangan penuh untuk menuntut penyelenggaran Pilkada di tahun ini ada di tangan masyarakat Nabire, karena menurut Presiden Amerika yang ke-16 Abraham Lincol demokrasi di suatu Negara haruslah berpusat penuh kepada rakyat, yang artinya “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” dengan demikian mempunya pengertian yang sangat rasional dimana semua ada di suatu Negara karena adanya rakyat.

Tapi dalam hal ini, tentunya rakyat harus memahami penuh bahwa tidak selamanya segala aspirasi yang rakyat sampaikan bisa di jawab penuh oleh suatu lembaga dalam hal ini KPUD Nabire, karena ada aturan, ada atasan dan ada pemerintahan yang lebih tinggi yang mengatur semua itu. Tidak salah, kalau-kalau pada saat belum melanggar segala aturan Undang-Undang baru rakyat sedemikian menuntut untuk peneyelanggaran Pilkada tahun ini. KPUD Nabire adalah sebuah lemabaga Indepent yang di duduki oleh manusia biasa, yang tidak lepas dari dosa dan kesalahan. Pemaham secara dewasa dari masyarakat terhadap hal ini sangat penting.

KPUD Nabire memang mempunyai kewenangan penuh untuk menyelenggarakan Pilkada di suatu daerah, tetapi mereka (KPUD Nabire, red) juga di kordinir penuh oleh sebuah lembaga yang lebih tinggi dari mereka yaitu KPU Pusat. KPU Pusat-lah yang bertanggung jawab penuh terhadapa penyelenggaran segala Pemilihan Kepala Daerah suatu daerah bukan di Nabire saja tetapi hampir di seluruh Indonesia yang nantinya akan di teruskan kepada Presiden dan Mendagri sebagai penanggung jawab akhir.

Selain itu, kalau rakyat dan para kandidat tetap menuntut untuk adakan penyelenggaran Pilkada di tahun ini, yang jadi pertanyaan buat kita semua bagaimana nanti kalau Pilkada di Kabupaten Nabire di anggap illegal oleh Pemerintah Pusat. Perlu di pahami secara dewasa, Pilkada yang di selenggarakan secara illegal tidak akan mendapat pengakuan yang penuh dari Pemerintah Pusat. Selain itu, akibat yang di timbulkan lebih parah, dimana Pilkada Kabupaten Nabire akan di tuntut untuk di laksanakan ulang semua tahapannya. Tentunya semua kita tidak mengingkan seperti itu kan.

Kemudian kalau rakyat dan kandidat tetap beriskeras memaksa Pilkada Nabire di berlangsunkan tahun ini, nanti siapa yang mau melantik bupati terpilih di Kabupaten Nabire. Tidak mungkin Presiden, Mendagri dan Gubernur bersedia untuk melantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang illegal. Kalau seperti itu nanti, kita hanya terkatung-katung bagai tak ada orang tua. Yang ujung-ujungnya kita sendiri yang semakin di persulit.


Mundur-pun Akan Kena Ulahnya

Pilkada Nabire kalau-pun di tunda tahun 2009 atau tahun 2010 ada konsekuensi yang harus di tanggung semua pihak di Kabupaten Nabire. Mulai dari KPUD Nabire, para kandidat, Partai Politik dan warga masyarakat Kabupaten Nabire. Yang dimana, semua ini tentunya sangat memukul batin kita.

KPUD Nabire sebagai lembaga penyelenggara yang telah merugikan segala aspek di Kabupaten Nabire bersedia untuk di tuntut oleh para kandidat. Papua Post Nabire, Selasa (12/23) lalu dimana di beritakan, bahwa pasangan “DAMAI” akan menuntu KPUD Nabire sebagai lembaga yang telah merugikan mereka. “saat ini Nabire aman-aman saja, tidak ada bencana ataupun gejolak. Tetapi kenapa Pilkada mau di tunda tahun 2010, terang butu dalam sumber Koran ini. Dengan penyindiran seperti itu, yang jelas dirinya akan bersedia menuntu balik pihak KPUD Nabire.

KPUD Nabire harus siap dengan segala kemampuannya apabila sampai Pilkada di tunda, karena nantinya satu persatu kandidat menuntut balik sebagai pihak yang merugikan. Seperti yang telah saya singgung, kalau-pun Pilkada di tunda ada konsekuensi yang KPUD Nabire tanggung. Diberikan kepercayaan berarti pasti mampu juga dalam mengahadapi segala persoalan dan ini menunjukan sikap “gentle” dari pada lembaga KPUD Nabire yang telah melakukan segala pembohongan dan kerugian di Kabupaten Nabire yang juga telah mengorbankan rakyat jelata yang tak tahu-menahu tentang politik.

Pada kandidat mengalami kerugian yang tak terkira hasilnya, uang yang di keluarkan untuk kampanye, pembelian baliho, poster serta segala keperluan lainnya bukan sedikit jumlahnya.“kalau tidak ada uang, siapa suruh mau calonkan diri giliran Pilkada mau di tunda tuntut sana-sini, terang Pianus Yarinap salah satu Mahasiswa USWIM Nabire beberapa saat lalu. Ketika melihat beberapa kandidat sedang ambil ancang-ancang untuk menuntut balik KPUD Nabire.

Ulah KPUD, kandidat serta warga masyarakat Nabire menjadi korban. Rakyat sendiri menjadi korban, lantaran dari hari ke hari menangis, ingin melihat siapa pemimpin yang dipercayakan nanti di tahun baru tahun 2009. tapi semua harapan dan tangisan itu, tentunya akan menjadi air mata yang sia-sia karena harus menunggu 2 tahun untuk pemilihan kalau-pun Pilkada Nabire benar-benar di tunda.

Tulisan ini hanya sebagai bahan acuan untuk KPUD Nabire sebagai lembaga yang bertanggung jawab penuh dan masyarakat Kabupaten Nabire sebagai penikmat pesta demokrasi pahami. Karena tugas pers dalam hal ini media cetak adalah mengarahkan Opini Publik yang kadang tidak menentu. Selamat menyosong Pilkada Nabire yang masih teki-teki. Dan ingat, semuanya belum terlambat. Pilihan sangat menentukan nasib Kabupaten Nabire di masa depan.

Akhir kata saya Pribadi Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2008 dan Tahun baru 1 Januari 2009 untuk masyarakat kota Nabire yang beragama Nasrani. Semoga damai natal melalui kelahiran Putra-Nya Yesus Kristus menjadikan kita sebagai orang yang tetap tegar dalam menghadapi arus dunia yang kadang tidak menentu dan menusuk sanubari kita.

Sumber Gambar
www.nabire.wordpress.com






Baca Selengkapnya......

Sunday, December 28, 2008

Boleh Nggak Wanita Merokok??


Pagi-pagi benar saya terbangun dari tempat tidur saya. Seperti biasa, sebelum mempersiapkan diri saya ke sekolah saya mengecek email masuk serta sedikit memberik komentar di Wikimu, biar pikiran tambah fresh nantinya saat menerima pelajaaran di sekolah.

Ada sebuah email masuk dari seorang sahabat di Medan, yang isinya bagi saya sangat menarik untuk disimak. Pikirku sehabis membaca pesan itu, mungkin pikir dia saya perokok kali?

Tapi secara jujur dari lubuk hati saya yang terdalam, bahwa saya bukanlah perokok, lagian saya sendiri masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Tapi saya juga bukan seorang yang benci terhadap perokok. Karena semua orang memilki hak dan kewenangan untuk berbuat apa saja terhadap hidupnya.

Uraian artikel yang dikirimkan pada saat itu adalah mengenai rokok. Bahkan lebih spesifik ke wanita. Judul pada tulisan itu seperti ini "Bolehkan seorang wanita merokok?

Dalam tulisan itu diuraikan, beberapa contoh tentang teman-teman wanitanya yang sudah terikat dalam lingkungan perokok. Padahal beberapa temannya sering aktif di berbagai kegiatan kerohaniaan. Bagi saya sendiri membaca email ini tentunya harus bercermin ke lingkungan sekitar saya, adakah teman-teman wanita saya yang perokok?

Budaya Barat sangat berbeda dengan budaya Indonesia, bagi segelintir orang di Barat kalau wanita merokok itu adalah hal biasa. Jadi jangan heran, kalau di beberapa mal, banyak orang asing, khususnya wanita yang dengan tenangnya mengisap rokok.

Tapi tentunya di samping merokok, harus ada beberapa efek samping yang akan dihadapi oleh seorang perokok apalagi perokoknya adalah wanita. Dan saya sendiri bukanlah seorang dokter sehingga tidak bisa saya uraikan panjang lebar.

Dalam hal ini, saya minta partisipasi dari wikimuers sekalian, boleh nggak seorang wanita merokok. Padahal wanita punya banyak tugas dan tanggung jawab, diantaranya mengasuh anak-anak, mengatur keuangan dan lain sebagainya semua yang diperbuat seorang wanita kan diamati terus oleh setiap orang yang ada di lingkungannya.


Baca Selengkapnya......

Friday, December 26, 2008

Pdt. Yance Nawipa, M.Th : Natal Membawah Hidup Bahagia

NABIRE- Tradisi perayaan Ibadah Natal sudah menjadi suatu kebiasaan yang turun-temurun di laksanakan oleh seluruh umat Kristiani di seantoro dunia, dimana dengan lahirnya sang putra natal kedalam dunia telah memberikan suatu kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Namun masih banyak orang Kristen yang belum mengerti akan makna sebuah Ibadah Natal, sehingga masih banyak yang masih salah tafsir dengan perayaan ibadah natal seperti ini.

Selain itu, masih banyak orang Kristen yang memahami ibadah natal yang di selenggarakan setiap tahunnya hanyalah sebatas penyalaan lilin, disertai dengan hiasan pohon natal yang sangat enak dan indah untuk di pandang. Hal ini dikemukakan Pdt. Yance Nawipa, M.Th saat menyampaikan renungan khotbah saat berlangsung acara natal di Gereja KINGMI Jemaat Sejahtera Nabire, Jumat (05/12) lalu.

“Ibadah natal seharunya membawah sebuah kebahagiaan yang tidak akan tergantikan oleh barang, benda bahkan uang sekalipun. Tetapi yang sangat di sayangkan, banyak orang yang menggunakan topeng alias munafik untuk menunjukan sebuah kebahagian khusus dalam perayaan Ibadah Natal, bisa di istilahkan kebahagiaan seperti ini hanyalah sebuah kebahagiaan yang semu atau sementara, kebahagiaan seperti ini akan lenyap ketika datang suatu pecobaan duniawai yang sangat mencekam.

Ada banyak hal yang menyebabkan orang tidak hidup bahagia, dimana orang sangat tertekan karena adanya tekanan politik dari suatu pemerintah yang sangat otoriter, mereka tetapi di perbudak oleh sesama kaum borjuis yang mementingkan diri sendiri, tanah leluhur mereka di ambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung Jawab, dan berbagai hal lainnya yang sangat menyudutkan mereka.

Contohnya dapat kita lihat pada penduduk Kristen di Palestina, mereka karena selalu dan selalu di sudutkan sehingga kehidupan mereka sangatlah menggenaskan. Dimana sebuah kebahagiaan yang mereka cari untuk mendongkrak segala ketertinggalan mereka hanyalah tinggal harapan dan mimpi-mimpi karena perlakuan tidak semena-mena yang selalu timbul dari pada berbagai situasi yang tidak memungkinkan.

Dengan contoh diatas, seharusnya kita belajar, teruma mereka kaum yang duduk di birokrat dimana yang selalu menginjak-injak kaum kecil sehingga menambah luka batin yang ujung-ujungnya tidak membawah kepada suatu kebahagiaan. Kapankah, orang yang tidak mampu kita berikan suaut kebebasan dalam segala hal, kebebasan dalam bicara, kebebasan dalam mengemukakan pendapat, dan berbagai kebebasan lainnya. Agar kebahagiaan itu bisa di rasakan semua umat manusia, “jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor STT Walter Post ini mengatakan bahwa “masih banyak juga orang Kristen yang mencari kebahagiaan di dunia dengan cara melakukan berbagai hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Padahal hal ini semakin menambah kesengsaraan dan luka batin mereka. Dengan cara-cara seperti itu juga membuat mereka semakin termarginalkan. Sebenarnya orang Kristen tidak menyadari bahwa kebahagiaan dan kehidupan yang sejati hanya datangnya dari Yesus yang kita sembah dan agungkan sebagai putra natal. Ketika kita menyerahkan segala beban, tanggung jawab, dan ketidakberdayaan kita kepada Kristus yakinlah putra natal itu akan memberikan sebuah kebebasan dan kebahagiaan yang tidak bisa di cemari oleh siapapun termasuk pemerintah tempat kita tinggal, “tegasnya.

Saya mau katakan, siapa yang bilang kalau Yesus itu orang Kristen, tanya Yance. Lebih lanjut yance mengukapkan, bahwa Yesus itu orang Yahudi, jadi omong kosong kalau ada bilang kalau Yesus adalah orang Kristen. Yang Tuhan butuhkan dari setiap kita orang Kristen adalah sebuah kepercayaan dan penyerahan diri kita secara total kepadanya, bukan sebuah keyakinan agamawi yang kadang kala menimbulkan kita bertengkar dan main hakim sendiri.

“Saya pribadi sangat malu dengan beberapa peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu, dimana kita bertikai sendiri seakan-akan ada yang benar dan ada pihak yang salah padahal dalam bulan ini, seharusnya kita merayakan ibadah natal dengan baik. Maka dalam hal ini, saya himbau kepada semua jemaat yang hadir pada saat ini dimana kita harus koreksi dan periksa kepercayaan kita masing-masing. Jangan kita hanya menjadi pengikut yesus yang tidak pernah menjadi garam di tengah-tengah masyarakat. Orang yang punya Tuhan harusnya menjadi garam di tengah-tengah orang yang tidak percaya akan Tuhan, bukannya menjadi batu penghambat yang menghancurkan nama Tuhan sendiri, “tambahnya.

Dalam akhir khotbahnya, yance mengajak semua jemaat yang hadir untuk bersama-sama menyalakan lilin sebagai tanda penyerahan diri sepenuhnya terhadap putra natal yang mampu memberkan, kedamaiaan, kebahagiaan dan sukacita. “penyalaan lilin yang kita lakukan pada saat ini, menandakan bahwa kita menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan sebagai putra natal yang kita agungkan dan sembah, selain itu saya juga berharap dengan makna perayaan ibadah natal ini dapat menjadikan kita orang yang teguh dan beriman dalam menjalani arus gelombang dunia yang tidak menentu, “terang Yance seraya menutpnya sambari doa penutup.




Baca Selengkapnya......

Monday, December 22, 2008

Masa Kampanye, Pendidikan Gratis BETULKAH??


Masa kampanye atau yang biasa lebih tren dengan sebutan masa “hambur madu” telah di berlangsungkan kurang lebih seminggu lamanya. Dimana dalam masa-masa ini, semua kandidat baik yang di usung dari Partai Politik maupun Independen dengan segala kemampuannya berlomba-lomba untuk membujuk, meyakinkan bahkan sampai pada memaksa warga masyarakat Kabupaten Nabire untuk memilih serta menyoblos mereka pada hari H nanti.

Kampanye dengan berbagai janji-janji yang sangat meyakinkan warga masyaraka Nabire adalah sebuh kebiasaan yang di lalui terus-menerus oleh kandidat Bupati Nabire. Bahasa-bahasa politik seperti itu tentunya akan menjadi sebuah beban atau kuk yang harus di pertanggung jawab kepada Tuhan sebagai sang pencipta Manusia dan manusia sebagai pelaku janji-janji itu. Dan tentunya para kandidat yang sering dan sering menebar janji itu harus memahami hal itu dengan baik, karena kalau tidak sama saja telah mengutuk dirinya sendiri dengan ucapan.

Beberapa sector kehidupan yang sangat strategis, seperti Pendidikan, Kesehatan, Perekonomiaan bahkan sampai beberapa sector lainnya yang kalau di logika sangat mustahil untuk di dongkrak keberadaan dan posisinya, toh yang mengherankan masih ada saja kandidat yang berani korek tentang hal ini, seakan-akan dirinya sebagai super powe dari hal ini. Sebenaranya bisa di dongkrak keberadaannya, tetapi yang membisingkan telinga kita ketika ada yang bilang kata “GRATIS”.

Dalam hal ini, terlebih khusus saya akan bicara dulu tentang sector pendidikan yang selalu jadi kambing hitam untuk di kampanyekan oleh para kandidat. Karena saya sendiri berada dalam penikmat pendididikan, dan beberapa guru-guru saya menangis dan menangis adalah mereka yang berdiri sebagai penyokong pendidikan di Negeri ini.

Sector pendidikan, sebuah jalur alternative yang paling ramai di bicarakan oleh seluruh kandidat bupati dan wakil bupati di Kabupaten Nabire. Yang sangat-sangat memalukan, beberapa kandidat dengan sangat berani mengatakan bahwa ketika dirinya terpilih nanti Pendidikan akan di gratiskan untuk semua tingkatan, dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Hal ini terbukti dengan pemasangan beberapa pamphlet, spanduk bahkan sampai pada baliho di setiap seluk-beluk wilayah Kabupaten Nabire.

Selain itu, omongan khayalan tentang gratisnya pendidikan di Kabupaten Nabire ini lebih terbukti dengan teriakan lantang beberapa kandidat Bupati dan Wakil Bupati Nabire selama masa kampanye beberapa hari belakangan, baik kampanye yang mereka lakukan dalam kota Nabire maupun di luar kota Nabire.

Saya sebagai seorang pelajar yang sedikit paham tentang mekanisme dana pendidikan di Papua, tersipu malu dan tertawa terbahak-bahak ketika mendengar adanya kandidat yang mengaku dirinya akan memberkan pendidikan yang gratis buat lima tahun, apalagi suara ini di keluarkan dengan sangat lantang, sehingga Tuhan sebagai pencipat manusia-pun mendengar teriakan gombal itu.

Mencerna janji ini, seperti saya menelan api. Dimana suatu hal bodoh yang sangat mustahil di lakukan, kok bisa-bisanya di keluarkan oleh Kandidat yang menyatakan pengabdian dirinya untuk membangun kota Nabire dari berbagai ketertinggalan, bukankah ini juga sebuah bagian dari ketidaksiapannya dalam membangun Nabire. Karena berbicara banyak tentang pendidikan, tidak cukup sampai disitu saja. Jujur, dari hati yang paling dalam, saya mau mengatakan bahwa saya hanya bias tertawa ketika ada yang bilang kalau pendidikan akan di gratiskan.

Tidak usah bicara jauh dan panjang lebar tentang pendidkan gratis di Kabupaten Nabire bak seorang pakar pendidikan, tetapi yang harus kita gumuli bersama bisa nggak memberi kesejahteraan buat guru-guru atau pahlawan tanda jasa yang telah membentuk, mendidik, dan memolesi kita dengan ilmunya. Memikirkan hal kecil, yaitu kesejahteraan guru saja bagi saya sebuah hal yang sedikit mustahil untuk para kandidat capai, apalagi sampai tebar janji dengan mengatasanamakan pendidikan gratis. Berbicara tentang kesejahteraan guru lebih ada nilai plasnya, daripada berbicara pendidikan gratis yang kadang kala buntu untuk di pikirkan.

Seperti sebuah lelucon dan legenda, ketika ada kandidat Bupati dan Wakil Bupati yang bilang kalau pendidikan akan di gratiskan. Dengan tulisan ini, secara pribadi ingin memberkan usulan buat para kandidat yang dengan lantang menyuarakan pendidikan gratis, alangkah baiknya memikirkan yang lebih utama dulu, dalam hal ini memikirkan mereka (red, guru) sebagai dasar pembangunan daerah ini. Setelah guru-guru yang saya sangat homrati dorang sejahtera, aman, tentram dan nyaman baru kita sama-sama boleh pikir banyak tentang pendidikan gratis.

Toh, kalau sampai pendidikan gratis-pun tetapi kesejahteraan guru-guru tidak di perhatikan, jangan pernam mimpi pendidikan di Nabire akan pernah maju. Pendidikan tetap berjalan dengan gratis, malahan akan menciptakan generasi kacang-kacangan yang menertawakan sistem yang pemerintah daerah buat. Dalam hal ini, saya hanya beri masukan, boleh bersuara banyak atas nama pendidikan, tetapi jangan bersuara banyak atas nama pendidikan dengan iming-iming yang di luar batas kemampuan kita, siapapun memandang kita dengan segera akan menertawakan kita.

Jangan menjebak diri sendiri dengan janji yang tidak masuk akan dan mustahil. Tidak usah piker jauh, alokasi dana pendidikan yang dikatakan oleh pemerintah pusat dalam ABPN Negara sebesar 20 persen toh tidak pernah terrealisasi secara mulus, tidak sampei 10 persen yang di relasissikan. Kita logika saja, di pusat sudah masalah, gimana dengan daerah? Jangan pernah bermimpi besar, khususnya menyangkut pekerjaan besar yang susah untuk di temukan titik temunya.

Jadi, dalam hal ini saya ingin memberitahukan. Atas nama pendidik, pembidik, pelajar dan mahasisswa yang ada di Kabupaten Nabire. Jangan sekali-kali berkampanye atas nama pendidikan dengan kata gratis. Karena samapi saat ini, dimana-pun terlebih khusus di Indonesia pendidikan selalu dan selalu di perkosa oleh para kandididat untuk memuluskan langkahnya untuk menjadi penguasa. Yang sekarang harus di pikirkankan adalah, bagaimana supaya beberapa anak Papua yang putus sekolah karena tidak ada biaya pendidikan bisa sekolah lagi, bukan hambur janji sana-sini dengan berkedok pendidikan gratis.

Sangat setuju, apabila ada yang hambur madu dengan menyatakan bahwa pendidikan murah. Sangat bisa masuk diakal, apabila ada yang berbicara demikian. Pendidikan yang murah telah menjadi tradisi juga di beberapa daerah, dalam hal ini saya hanya ingin menggaris bawahi, agar pendidikan tidak di jadikan sebagai sarana untuk memangku jabatan. Selain itu, berdemkrasi yang positif adalah menghargai apa yang di ucapkan, disampaikan dan di putuskan. Ini sebuah goresan tentang Pendidikan, nantikan tulisan berikut dengan goresan tentang Kesehatan.


Baca Selengkapnya......

Wednesday, December 03, 2008

Yones Douw: Manusia Papua, Manusia terhebat di dunia

Dalam sambutan Hari Jadi Bangsa Papua yang ke-47

NABIRE- Saat tanah leluhur mereka di rampas, perempuan-perempuan Papua di perkosa secara biadap, anak-anak mereka di bodohi, kekayaan mereka di ambil secara semena-menaya mereka (red, orang papua) terima semua itu dengan lapang dada tanpa melakukan perlawan karena kasih sayang mereka yang begitu besar terhadapa segala manusia yang ada di muka bumi, termasuk kepada manusia Indonesia yang hidup di Papua sekalipun.

Orang Papua tidak pernah mengeluh, bahkan marah ketika pemerintah Pusat memberi ijin masuk orang-orang dari luar Papua (red, transmigrasi) dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi bahkan dari Makasar untuk masuk tinggal di Papua, karena orang Papua sangat menyadari dan menghargai hak hidup setiap orang. Dimana orang Papua menyadari, bahwa setiap manusia yang ada di muka bumi adalah ciptaan Tuhan yang maha esa, sehingga perlakuan yang adil, beradap serta kemanusiawi perlua di junjung tinggi,

Hal ini di tegaskan Ketua Panitia Perayaan 1 Desember tahun 2008 Yones Douw dalam sambutannya di depan ribuan warga Papua yang menghadiri acara doa bersama di Taman Mahkam Pahlawan Taman Gizi Nabire, Senin (01/12) kemarin.

Sudah cukup kita mendedam semua kasih sayang itu, sudah cukup kita pendam semua amarah itu, dan sekarang saatnya kita orang Papua harus bangkit untuk mewujdukan cita-cita bangsa Papua yang sesungguhnya, yaitu: merdeka dan dalam arti bebas dari segala penjajahan. Karena merdeka adalah hak paling hakiki yang di junjung tinggi oleh Dunia Internasional.

Hai pemuda Papua bangkitlah, Papua bebas bukan urusan Negara luar, tetapi Papua menunggu kita pemuda Papua sendiri yang bergerak untuk merealisasikan semua itu. Beberapa isu yang di bangun di Negara luar, itu hanya pengantar untuk kita mewujudkan semua itu, kita jangan lipat tangan, diam dan duduk manis karena kita sendiri yang harus memperjuangkan semua itu, kemerdekaan bukan dating dari langit, tetapi kemerdekaan dating karena perjuangan, usaha dan tangisan kita bersama, “tandasnya.

Lebih lanjut, yones menambahkan bahwa PEPERA yang di laksanakan tahun 1969 lalu adalah cacat hokum dan moral. Karena hal ini di cemari oleh beberapa Negara dari luar yang di didasari dengan alasan untuk membantu orang Papua. “Omong kosong sekali, siapa bilang Amerika membantu kita orang Papua untuk memberikan kemerdekaan, sama sekali tidak, mereka hanya menjebak kita agar segala kekayaan yang ada di Papua dapat di gunakan untuk pembangunan Negara mereka dan Negara Indonesia. Hal ini terbukti dengan penandatangan PT Freport yang di laksanakan dua tahun sebelum PEPERA di laksanakan.

Buktinya sampai saat ini, ketika orang Papua meminta kepada Amerika dan Indonesia agar adanya dialog membuktikan sejarah Papua yang sebenarnya tidak pernah mereka tanggapi semua itu. Malahan mereka memutar balikan sejarah Papua dengan yang tidak-tidak, bahkan yang berani buka sejarah Papua yang sebenarnya adalah salah seorang Sejarahwan Belanda dalam bukunya dua tahun lalu. Inikan kebenaran fakta sejarah, kalau memang benar, kenapa Amerika dan Indonesia mau menyembunyikan semua itu, “terangnya.

Douw juga menambahkan, bahwa Otsus dan pemekaran telah menumbuh hati nurani orang Papua. Sejak dulu sampai saat ini, orang Papua tidak pernah meminta Otsus maupun pemekaran, yang orang Papua minta adalah “KEMERDEKAAN” kalaupun ada orang Papua yang minta pemekaran dan otsus di Jakarta sana, itu hanya segelintir pemakan manusia yang mengatasnamakan orang Papua. Dan mereka adalah manusia-manusia bejat yang memikirkan urusan perut mereka.

Buktinya kita bias lihat sekarang, apakah otsus dan pemekaran yang mereka minta telah mendongkrak orang Papua. Sama sekali tidak, otsus hanya membunuh semangat orang Papua. Dengan uang yang trilyunan rupiah membuat orang Papua semakin jahat dan jahat dengan mempergunakan uang itu. Selain itu, uang sebanyak itu juga membuat orang Papua malas dan malas. Hal ini bukan budaya orang Papua, tetapi ini hanyalah jeratan pembunuh orang Papua yang di pasang oleh pemerintah pusat dan raja-raja kecil yang ada di Papua.

Otsus telah sangat nyata membunuh cita-cita awal orang Papua, pemekaran hanya jadi lahan untuk memperluas kinerja aparat militer yang ujung-ujung berarah kepada pemusnahan orang Papua. Otsus dan Pemekaran hanya jadi boneka agar Indonesia mendapat pengakuan dari Negara luar. Bahkan kedua boneka ini juga, senjata ampuh untuk menenggelamkan semua mimpi-mimpi itu. sebuah realita yang perlu menjadi perenungan panjang, terang douw dengan raut wajah yang sangat sedih.

Papua merdeka, adalah sebuah harapan dan kenyataan yang akan dan sedang terwujud. Maka untuk itu, saya himbau kepada seluruh warga Papua yang hadir dalam doa bersama ini, tetap menjaga api semangat. Dimana api semangat untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Selain itu, jaga juga anak-anak anda, keluarga anda dan linkungan tempat anda tinggal. Karena banyak sekali serigala yang menyamar jadi domba untuk menyesatkan kita orang Papua, “papar douw.





Baca Selengkapnya......

Monday, December 01, 2008

~Selamat Ulang Tahun Papuaku~

Negeri yang indah, Negeri yang kaya
Negeri yang subur, Negeri yang menawan
Negeri yang jauh, Negeri yang terjauh

Disanalah ku temukan, burung cenderawasih
Burung tercantik se-dunia,
Disanalah ku temukan Emas dan Permata
Yang di bawah membangun separuh dunia
Disanalah ku temukan kedamaian
Yang kadang dikambing hitamkan

Telah genap usiamu yang ke-47
Usia yang sangat subur untuk mencapai segala cita-citamu
Usia yang sangat ranum, untuk engkau memanen hasil taburanmu

Tetepi entah mengapa…….!
Sampai saat ini, engkau tetapi miskin dan miskin
Entah mengapa……!
Engkau tetap belakang dan terbelakang
Tetapi entah mengapa juga
Engkau maju mundur, bak tak ada kehidupan

Hanya alam yang akan menjawab semua itu
Alam tahu semua tangisan itu
Alam mengerti semua persoalan itu
Alam akan menangis ketika diberi kesempatan untuk membukan mulut

Serigala berbulu domba yang selalu menyamar untuk memakan orang Papua
Penjahat yang selalu menjadi gembala untuk membinasakan orang Papua
Pembunuh yang selalu menjadi pendeta untuk membunuh orang Papua
Manusia biadap yang berubah menjadi hamba tanah ini untuk merampas segalanya di Papua.
Itulah manusia NKRI yang mengaku adanya Tuhan dalam dasar negera mereka

Mereka dalang pemusnah tanah ini
Mereka dalang pengacau tanah ini
Mereka dalan kerusuhan di tanah ini
Mereka dalang dan dalang yang merampas segala harkat, martabat dan bahkan sampai pada harga diri orang Papua sekalipun

Sampai kapan kalian mengakhiri semua ini
Kami sangat bosan ikut dengan kalian
Kami nangis melihat penderitaan ini
Kami jenuh, bosan, dan ingin rasanya untuk bunuh diri saja
Ketiak melihat kalian tetap dan tetap menjajah kami

Dimana rasa kemanusiaanmu
Dimana kecintaanmu pada Tuhanmu
Ataukah manusia Papua kalian pandang sebagai bintang
Ataukah juga manusia papua kalian pandang sebagai tikus mati
Ataukah dan ataukah kalian ingin menghabisi orang Papua.

Cukup dan cukup penderitaan ini
Cukup dan cukup Papua membisu
Papua pasti merdeka
Papua pasti bebas
Tinggal tunggu saja tanggal mainnya

Selamat Ulang Tahun tanahku Papua.

renungan pribadi, dari tanah pembantaian (pogau)






Baca Selengkapnya......

Pendidikan di Sugapa Sangat Memprihatinkan

Kepala Sekolah dan Guru Dalangnya

NABIRE- Terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal serta berkompoten disuatu daerah adalah kunci utama majunya daerah itu. Tidak ada jalan lain yang dapat kita tempuh untuk mewujudkan SDM yang handal, selain melalui jalur pendidikan. Sehingga dengan ini, pendidikan perlu mendapatkan perhatian yang begitu serius dari setiap lembaga yang mengaturnya, yang diperhatikan bukan siswa saja, namun semua satuan pendidik yang mengurus itu perlu di pantau serius oleh pemerintah daerah baik guru, kepala sekolah, bahkan sampai pada masyarakat yang menjadi pelaku pendidikan itu sendiri.

Dimana dalam hal ini saya melihat pendidikan di kampung halaman saya (red, sugapa) sangat-sangat buruk dan memprihatinkan, lebih menggenaskan lagi yang merusak pendidikan di daerah ini adalah para guru dan kepala sekolah sendiri, memalukan, kata ini yang bisa saya gambarkan pada ketidakbecusan mereka dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) daripada generasi Papua yang sama sekali tidak tahu-menahu tentang Ilmu Pengetahuan.

Hal ini di ungkapkan Linus Bagau, salah satu Inteleq asal suku Moni beberapa saat lalu di ketika di temui Koran Papua Post Nabire (PPN) Jumat (29/10) menanggapi dilematisasi carut-marutnya Pendidikan di sugapa (red, Intan Jaya). Yang sebagaimana hal ini disaksikan oleh dirinya melalui kasad matanya sendiri saat turun lapangan beberapa saat lalu.

“guru-guru yang telah menjadi pegawai negeri dan di tempatkan oleh pemerintah Paniai di sugapa, pada umumnya tidak punya hati untuk mengajar, dimana mereka hanya punya hati untuk menerima uang, padahal ketika mereka melamar untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sumpah janji mereka keluarkan untuk bagaimana tetapi setia dan taat kepada tugas yang pemerintah embani kepada mereka.

Hal ini terbukti, dimana guru-guru yang bertugas disana lebih senang lalu lalang di kota-kota besar seperti Kabupaten Paniai maupun Kabupaten Nabire bagai orang yang tidak punya tugas dan tanggung jawab daripada tinggal berlama-lama di tempat tugas untuk mengajar siswa yang kadang jenuh dan membosankan karena sedikit ketidaktauan mereka. Selain itu, banyak guru-guru yang lari ke Kabupaten Paniai untuk menuntut jabatan politik yang lebih tinggi lagi daripada hanya menjadi guru biasa. Inikan sebuah fakta yang lucu, dimana menjadi guru hanyalah sebuah job mengisi kekosongan mereka” tegasnya.

Selain itu, Kepala sekolah maupun guru yang bertugas di sana tidak transparan dalam penggunaan dana operasional. Padahal dana pendidikan yang di turunkan oleh Pemerintah Pania tidak sedikit jumlahnya, sehingga hal ini perlu di tanyakan dengan baik-baik, kira-kira kemana dana-dana pendidikan seperti itu. Padahal, kalau dana itu digunakan dengan baik-baik maka bukan tidak mungkin bisa membangun beberapa ruang kelas yang layak, selain itu bisa juga membangun perpustakaan kecil dan fasilitas sekolah yang lainnya.

Namun, sudah sekian tahun dana pendidikan dikucurkan, toh nasib pendidikan di daerah ini tidak berubah. Ruang kelas yang saya lihat dulu, tetap begitu-begitu terus, kemudian mutu dan kualitas pendidikan tidak di tambah dengan adanya penambahan beberapa buku pelajaran. Kapan mau adanya perubahan dan peningkatan pendidikan di daerah ini padahal Pemekaran Kabupaten Intan Jaya sedikit lagi akan menjadi kenyataan, terangnya dengan wajah yang sedih.

“yang mengabdi untuk daerah diatas khususnya dalam hal pendidikan dengan serius adalah para guru tamatan SMA/SMK dan sederajat lainnya. Mereka walaupun bukan pegawai negeri sipil, toh mereka punya hati untuk tanah diatas. Dimana mereka memberkan semua yang mereka punya, tanpa menuntut. Ini baru kita bisa namakan seorang pahlawan yang mengabdi tanpa tanda jasa. Contohnya dapat kita lihat di Agisiga, dimana guru-guru yang di berikan kepercayaan dengan bayaran yang cukup tinggi oleh pemerintah paniai melalaikan semua itu, sehingga beberapa guru honorer tamatan SMA/SMK dan sederajat lainya yang lebih serius mengajar,” tambahnya.

Harapan saya Kepada Pemerintah Paniai, bagaimana untuk meningkatkan mutu pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di sugapa pemda harus lebih jeli dalam menempatkan guru di daerah Sugapa. Berikan tanggung jawab kepada mereka yang memang betul-betul punya hati untuk mengajar generasi muda diatas dari pada kepada mereka yang sama sekali tidak punya hati untuk mengajar. Ketika hal ini di tanggapi dengan serius, maka bukan tidak mungkin akan tercipta manusia-manusia dengan tingkat sumber daya manusia yang dapat bersaing dengan orang-orang di daerah luar Papua, terang bagau mantap. (oktovianus pogau)



Baca Selengkapnya......