Showing posts with label PACARAN. Show all posts
Showing posts with label PACARAN. Show all posts

Monday, August 16, 2010

Cerita Dengan Wanita Papua

OCTHO- Pertama kali kami pernah bertemu di Bogor. Tepatnya tanggal 24 Juni 2010, kira-kira pukul 02.30. Pertemuaan itu sepintas. Tanpa basa-basi maupun obrolan panjang.

Saat itu ia datang bersama beberapa temannya dari Jakarta. Tujuaan mereka dan saya sama, yakni; untuk menghadiri acara yang di buat teman-teman Mahasiswa dari Nabire dan Paniai.

Malam itu ia menggenakan sweeter putih. Celana panjang blue jeans. Ia agak malu-malu. Namun ia terlihat agak cekatan. Ia cukup ramah pada siapa saja. Termasuk kepada saya.

Nama wanita itu adalah Lisa. Umurnya 22 tahun. Hidungnya mancung. Parasnya cukup elok. Rambutnya yang keriting tak begitu panjang. Ia tak biarkan rambutnya terurai begitu saja. Ia sengaja mengikat rambutnya agar tampak rapi.

Siapapun yang memandangnya pasti tergoda. Ia salah satu anggrek hitam dari Papua yang nan cantik. Ia mengaku berasal dari daerah pegunungan Papua, tepatnya di Wamena.

Ia dan saya saling kenal lewat jejaring sosial (facebook). Setelah pertemuaan pertama, saya berusaha membangun komunikasi dengan ia. Tak sia-sia, ia rela mengirimkan nomor HaPe lewat FB. Sejak itu kami sering berkomunikasi.

Saya mengajaknya untuk bertemu. Saya ingin bertukar pikiran sekaligus bisa mengenal ia lebih dekat. Ia sepakat. Kamipun merencanakan pertemuaan di Mall Cilandak, daerah Jakarta Selatan.

Pukul 16.00 saya telah tiba. Nampaknya ia belum datang. Sembari menunggu, saya menghabiskan waktu di Toko Buku Gramedia yang terletak di lantai satu bagian depan.
Gramedia di Mall Cilandak agak unik dan berbeda. Perbedaan dengan Gramedia lain karena pertama; terletak di lantai paling bawah. Kedua; buku-buku yang di jual tak begitu bermutu. Ketiga; kebanyakan menjual buku-buku keagamaan.

Saya membeli dua buah novel. Harganya relative sangat murah. Mungkin karena novel lama, atau mungkin juga karena novel tak bermutu. Novel pertama seharga Rp.12.500 dan novel kedua harganya Rp.10.000. Kedua novel yang saya beli bertema tentang bagaimana terjadinya beberapa pembunuhaan sadis di sekitar manusia.

Saya sebenarnya tak begitu suka membaca novel. Namun pelajaran Jurnalisme Sastrawai yang saya dapatkan di Yayasan Pantau dua minggu lalu paling tidak menganjurkan saya untuk membaca novel-novel. Alasannya sederhana, karena kita bisa mendapatkan kosa kata baru dalam dunia penulisaan naratif.

Serasa lama menunggu, saya bergegas ke tempat makan ala orang Amerika, yakni; Kentucky Fried Chicken (KFC) di lantai dua. Tempat makan ini tampak sepi sekali, maklum, belum waktu berbuka puasa. Hanya ada beberapa anak kecil yang di temani orang tuanya sedang bermain-main bola kecil.

Saya telah beritahu lisa agar ia datang ke tempat makan. Tak menunggu lama lagi. Sekitar lima menit ia telah datang.

“Hallo Okto,” katanya menyapa saya dari belakang.

Ia tampak lebih cantik. Hidung mancung. Bibirnya tipis dan seksi. Sepertinya ia pernah memakai lipstick. Ia menggenakan kaos putih. Rambutnya yang keriting di sisir rapi dan diikat. Ia memegang tas kecil, warnanya ungu muda. Ia wanita Papua yang cantik menurutku.

Kami saling bersalamaan. Saya mempersilakannya duduk. Saya mengajak dia makan, namun ia menolak secara halus, sepertinya telalu cepat untuk makan malam, memang benar, waktu saat itu menunjukan pukul 17.20. Ia dan saya sepakat untuk tak makan. Saya mengusulkan untuk cari minuman yang bisa menemani obrolan kita.

Di samping KFC ada tempat minum. Kebanyakan menjual minuman dingin. Ia telah memesan dua gelas es kelapa. Karena letaknya di jalan, dan banyak orang yang lalu lalang, saya mengusulkan agar berpindah tempat. Ia sepakat. Kami menuju ke tempat yang lebih santai serta tak begitu ramai.

Tepat di Pintu masuk utama, lantai II, belok kiri tedapat coffe break. Kami sedang menuju kesana. Ia dan saya sama-sama menyukai tempat ini. Saya menemani ia memesan dua gelas coffe dingin.

Ada tiga pelayan disitu. Seoarng pria dan dua orang wanita. Baju mereka berseragam dan warnanya kuning Tampaknya mereka begitu ramah, mungkin sudah di anjurkan untuk bersikap demikian.

Kami bergegas mencari tempat duduk. Meja dan kursi di dalam ruangan ini sangat romantis. Hampir semua meja berwarna pink. Kursinya juga demikian. Ia dan saya juga duduk di kursi yang warna pink, mejanya juga berwarna pink. Hanya ada satu kursi di samping kami yang berwarna orange.

Kami memulai cerita. Saling menyapa. Saling mengenal. Mengenal lebih jauh. Ia mulai bercerita. Saya juga bercerita. Ia begitu dewasa untuk diajak ngobrol. Tak banyak wanita Papua yang seperti dia.

Sorotan matanya begitu tajam. Tutur katanya di susun sedemikiaan rapi. Senyumnya juga memesona. Gerak-geriknya sesuai dengan arah tutur katanya. Ia dewasa dalam menghadapi pria seperti aku. Saya mendengarkan dengan penuh seksama.

Ia bercerita tentang keluarganya. Ayahnya telah pensiun dari kerja. Ibunya juga demikiaan. Ia anak ke dua dari empat bersaudara. Kakaknya yang pertama telah berkeluarga. Kedua adiknya tinggal bersama kedua orang tua mereka di Timika, Papua.
Walaupun ia orang Wamena bukan berarti ia paham bahasa Wamena. Ia mengaku sejak lahir hingga besar di kota Jayapura.

“Saya pernah ke Wamena sekali waktu saat masih duduk di kelas III SMA, tapi tidak tahu bahasa daerah,” katanya.

Ia juga bercerita banyak hal tentang karier cintanya. Mulai dari bercinta dengan pria yang “sama marganya” sampai pria yang berbeda asal dan daerah. Ia mengaku sejak SMA tak pernah pacaran.

“Ayah saya sangat keras. Waktu SMA tak boleh pacaran dan memang di larang,” kata dia.

Ia juga bercerita tentang pendidikan. Mulai dari tempat ia sekolah, sampai pada tempat kuliahnya saat ini. Ia mengaku awalnya tak menyangka bisa kuliah, karena kondisi ekonomi orang tuanya. Namun karena berkat TUHAN-nya ia dapat melanjutkan ke perguruaan tinggi.

“Paling cepat bulan Oktober 2010 dan paling lambar bulan Januari tahun 2011 akan selesai kuliah,” katanya.

Ia mengatakan setelah selesai kuliah pingin melanjutkan lagi, tetapi jika tidak ia akan kembali ke Papua dan mengabdi untuk saudara-saudara di sana.

Ia bercerita dengan sangat sopan. Semua pertanyaan saya di jawab. Ia pandai bercerita dan bertutur. Ia orang yang tepat untuk di ajak bicara.

Ia bercerita banyak hal tentang dia, saya juga demikiaan. Kami saling mengenal. Ia mengenal saya, saya juga mengenal dia. Pertemuaan yang tak mungkin bisa terulang kembali.Saya harap ini bukan akhir dari pertemuaan kita tetapi awal.

TIdak terasa sudah dua jam lebih kami bercerita. Minuman dingin di meja pink sudah mulai habis juga. Tampknya Mall Cilandak semakin ramai. Banyak orang mulai berdatangan karena akan berbuka puasa.

Dari raut wajahnya terlihat bawah ia senang. Ia senang karena bisa bercerita dengan orang baru yang tak di kenalnya awal. Saya juga demikiaan. Senang bisa bercerita dengan dia. Bercerita dengan orang baru yang belum pernah saya kenal.

Jarum jam menunjukan pukul 19.30. Kami harus berpisah. Kami menumpang taxi express. Menuju ke tempat tinggalnya, setelah itu saya melanjutkan perjalanan saya ke tempat saya tinggal. Ia berpamitan dan turun dari taxi.

Senang punya teman bicara yang begitu sopan, ramah, periang dan santun. Ternyata sikap, sifat dan pembawaan seseorang dapat membangkitkan semangat. Semgat untuk hidup. Semangat untuk berjuang. Dan semangat untuk memulai perjalanan cinta yang baru.

Baca Selengkapnya......

Tuesday, April 13, 2010

Cinta dan Ketidakpastian....

OCTHO- Sa cinta koe,
sa cinta koe bukan karena koe pintar,
koe hebat,
koe kaya raya
atau justru koe seorang superman

sa memang cinta koe,
cinta koe karena patut di cintai,
patut di kasihi,
patut di sayangi,

sa pu cinta ke koe berbeda,
berbeda dari yng lain,
dari mereka yng terpikat krn cantikmu,
parasmu yng elok,
tampanmu yng sungguh menggoda

sa pernah bilang,
sa juga pernah katakan,
bahwa tong pu cinta harus bertahan lama
harus jalan terus,
terus jalan
sampai semua tergapai,

aihhh,
su tra mungkin yahh????
koe selalu ingin sa sempurna,
ingin sa tra bersalah,
bahkan ingin sa menjadi seperti TUHAN

sangat tepat,
tepat bila kita pisah,
saling mejauhi,
saling melupakan,
bila perlu saling tak mengenal lagi

Tak ada guna ratapi semua ini,
lupakan,
biarkan,
ijinkan semua ini berlalu,
mungkin ini terbaik untukmu,
untukku,
dan tanah Papua yng tong cinta bersama ini

Villa Pemikiran, Asrama Anugerah
12 April 2010, Pukul 23.00 wit




headerr

Baca Selengkapnya......

Tuesday, March 09, 2010

Ketika Harus Mengambil Keputusan


Tragedi Malam Sabtu di Pantai Maf


OCTHO-
Mencintaimu dengan setulus hati, ungkapan dari segala ungkapan kata hati yang sebenarnya ingin aku sampaikan agar kau mengatahuinya. Aku ingin, agar kau selalu berada dalam bayang-bayang cinta dan kasih diriku. Betul-betul aku ingin mengatakan, bahwa kau memang tercipta untuk aku.

Ah, tapi semua sudah terlambat. Tidak mungkin waktu bisa di putar kembali. Waktu telah memberikan kita banyak pilihan, pilihan untuk memutuskan sesuatu, pilihan untuk “merubah” diri dan jalan hidup, serta waktu untuk hidup lebih baik lagi.

Sudah setahun lebih kita jalin hubungan, dan saat itu pula aku beranggapan kau salah satu dari sekian banyak “hati” yang pernah aku singgahi, yang akan memberikan ketenangan sepanjang hidupku. Memang berlebihan aku menilaimu, namun itu yang bisa aku simpulkan dari semua “pergulatan” batin ini.

Malam itu sepertinya sangat-sangat kelam, ketika kau dan beberapa temanmu harus menjebak aku, untuk menyatakan, untuk mengatakan, serta untuk menguji siapa diriku yang sebenarnya? Bagiku itu sangat baik, sangat-sangat baik, tapi cara itu sangat-sangat tidak manusiawi. Mungkin pantai Maf jadi saksi, siapa yang bersalah, dan siapa yang berdosa?

Ulah dari pada ketidakmanusiawi itu telah terbukti, aku harus mengambil keputusan, keputusan yang memang terlalu cepat. Aku menyesali, namun aku juga tidak menyesali karena itu setimpal dengan perbuataanmu, dan perbuataan teman-temanmu.

Kata-kata yang keluar dari mulut aku pada saat itu hanyalah lampiasaan amarah belaka, jangan di percayai, betul aku sekali lagi ingin katakan, jangan sekali-kali memercayai. Kalian semua adalah wanita-wanita Papua yang hebat, terbukti kalian cantik, baik, perhatian, serta sangat-sangat polos. Itu kelebihan kalian wanita Papua, dari pada wanita lain di dunia ini.

Waktu telah memberikan dirinya untuk aku memutuskan semua jalan itu, sukar, bahkan tidak akan bisa kembali lagi, walau bayang-bayang, serta kenangan masa lalu masih menghantui dirimu dan diriku. Kau mungkin telah memiliki banyak pria idola di luar sana, mungkin juga banyak pria yang telah mengidolakanmu, katakan, tegur, serta sapalah mereka, siapa tahu mereka orang terbaik, yang lebih baik dari diri aku.

Aku selalu bermimpi, dimana aku akan pergi, namun aku tidak tahu, dimana akan aku pergi. Pergi untuk masa depan, tanah Papua, serta pergi untuk “jalan hidup” yang lebih baik lagi. Dalam waktu rantauan itu, aku akan memutuskan, memilih serta menentukan arah dan jalan hidup yang baru lagi, termasuk memilih dan memutuskan siapa “kekasih” yang pantas menemani diriku.

Ulasan ini tidak bermaksud “membela diri”, tidak bermaksud ralat perkataan kotor yang keluar dari mulut aku saat itu, bahkan tidak bermaksud membuat ingat kembali semua kenangan-kenangan indah itu. Ini hanyalah bentuk apresiasi serta bentuk kepedulian diriku mengenal kau, dan kalian wanita-wanita Papua yang hebat.

Saya bukan pengecut, bahkan bukan penghianat. Tapi saya hanyalah manusia biasa, yang sedang hidup, untuk ikut, dengar, serta taat pada jalan hidup, bahkan serta suara kata hati. Takluk pada kata hati, takluk pada suara hati, keduanya untuk merubah hidup lebih baik lagi.

Ulasan ini saya tulis di larut malam, mengantuk, capek, bahkan jenuh itu sudah pasti. tapi rasanya telah terbebas, ketika unek-unek dari hati ini harus di salurkan, dimana tidak harus memikirkan serta tidak harus “menangisi” jalan hidup yang kadang tidak sesuai dengan ego dan mau kita.


Asrama Anugerah,
Pukul 22.30 Wit




headerr

Baca Selengkapnya......

Thursday, October 08, 2009

Anggrek Hitam Yang Buat sa Merana.....

OCTHO-Ida,
sa hanya mo bilang,
ko saja yang paling pangaruh,
buat sa pikiran trus

Ida,
sa hanya mo katakan,
trada siapa2 yang buat sa terpikat,
selain ko pu senyum

Ida,
Sa hanya mo kase tau,
kl ko waktu itu buat sa sukar pejamkan mata,
sa sungguh terbuai dlm kata2mu

Ida,
Sa hanya mo ucapkan,
Amakane, ko sirami sa pu hati yng sekian lama telah tandus,
Sa sukar lupakan semua itu,

Ida,
Sa hanya mo sampekan,
Sa senang dengan caramu,
Begitu penurut dan taat

Ida,
Sa hanya mau bisikan sesuatu,
Bahwa tra dha yng bisa sa berikan,
Selain CINTAKU yng telah terlanjur berharap,

Ida,
Sa hanya mau tangisi sesuatu,
Seraya mengatakan,
Mungkin jalan yng ko ambil begitu tepat

Ida sa mau ucapkan, bahwa ko
Telah kelabuhi,
Melupakan,
Serta
Melenyepkan segala harapan dan impian

Ida,
Sa tra tau bahkan tra ngerti,
Apa ko bahagia dengan dia?
Apa koe enjoy dengan dia?
Apa ko senang dengan dia?
Ato sebaliknya??

Ida,
Sungguh, sa tra tau
Sa hanya berharapn,
Koe dan dia bisa rasakan kebahagian,

Ida,
Dalam segala pikiran, tindakan, serta situasi,
Sa selalu mengatakan,
Pintu hatiku masih terbuka untuk dirimu,

Ida,
Sa juga mau bilang, serta berharap
benih cinta yng pernah sa tanam dlm beberapa hari,
bisa tumbuh, serta mekar kembali,
seraya buat koe belok kembali pada sa,

Ahhhh, Ida sehhh,
Anggrek Hitam dari pegunungan sana…


Numbay, 24 Juli 2009





headerr

Baca Selengkapnya......

Wednesday, August 26, 2009

Sa Mungkin Akan Berhenti Berjuang!!!!!!!

OCTHO- Sa baru sadar, ternyata sa pu jalan tuk dapatkan ko tidak selamanya lurus. Padahal selama ini sa berpikir, bahwa jalan ini mungkin akan selamanya tetap lurus terus, sa juga berpikir bahwa ko selamanya akan ikut dengan arah pikiran yang sa ambil. Karena apa sa bisa simpulkan itu, karena memang ko demikian penurut, hal ini sa simpulkan saat awal pertemuan kita.

Sekarang ini sa bingung, dimana telah sampai pada puncak sebuah kejenuhan. Sa jenuh untuk berjuang, jenuh untuk berusaha, bahkan sudah jenuh untuk meyakinkan ko, bahwa sa sungguh-sungguh sayang dengan ko.

Sa tidak tau, ko sadar kha tidak, melihat sa merenggek-renggek seperti anak kecil begini, Dimana begitu mengharapkan kasih sayangmu, begitu mengharapkan kejujuranmu, mengharapkan keterbukaanmu serta sebuah kepastian.

Dari arah pembicaraan beberapa kali di telepon, sebenarnya sudah bisa yakinkan sa, bahwa memang betul, ko begitu serius dengan sa, tapi sa bilang tidak, itu hanya penyamaran, supaya sa dan orang lain bilang bahwa memang ko betul-betul terima sa apa adanya, nyatanyakan tidak demikian??

Sa tau, cinta tu butuh pengorbanan, tapi bukankah tidak pantas berkorban sampai korbankan segala-galanya saat ini. Korbankan study, korban perasaan, korban materi, bahkan korban segala-galanya yang sa rasa tidak pantas dibahas disini.

Sa juga tau, cinta itu butuh kesetian. Tapi bukankah, kesetiaan yang sa ambil ini telah dan harus membuka mata hatimu, bahwa memang sa begitu serius dengan ko. Banyak yang bisa ko pandang, dan semua itu bukti besar kesetiaan sa padamu, bukti bahwa tidak ada orang lain yang sa harapakan, selain hanya ko.

Sa hanya berharap saja, koe bisa jelaskan semua ini padaku, apakah memang betul ko telah memiliki pujangga hati yng lain. Sa hanya sangat-sangat harap, koe jelaskan, dan sampaikan hal itu. Jujur, sa sangat senang jika koe sampaikan hal ini secara terus terang pada saya.

Ketika ko jelaskan semua ini, yakinklah bahwa sa tidak akan marah, tidak akan kecewa, bahkan tidak berpikir banyak tentang dirimu, sa hanya butuh sebuah kepastian, pastikan bahwa kau memang ingin tetap lanjut dengan sa, atau ingin lanjut dengan orang lain yang selama ini jadi bayangan dalam hidupmu.

Dalam beberapa waktu, sa pernah bilang ke sa pu teman-teman, bahwa memang betul, ko salah satu wanita yang buat sa pu mata buta. Hanya puas ketika memandang koe, hanya bahagia bahkan senang ketika memandang ko, bahkan sampai pada puncak sebuah pemikiran, sa pernah bertanya, apa benar ko telah tercipta untuk sa?

Tapi sa juga bingung, kenapa sa bisa simpulkan yang lebih-lebih. Padahal ko sendiri tidak pernah terlalu begitu berharap, bahkan membanggakanku, apalagi memujaku. Sa memang sadar, sa bukan orang penurut yang begitu curahkan semua hidup untuk menyelesaikan studi dengan baik, seperti yang ko harapkan.

Dan mungkin, kau salah satu yang benci dengan mereka yang suka bengkalaikan bangku studi untuk berbuat hal-hal lainnya, Sa saat itu su jelaskan ke koe, bahwa sa tidak ingin hidup sa di habiskan hanya untuk berbuat hal-hal kecil yang tidak ada gunanya untuk orang lain,

Tapi sa jua tidak tau, koe mengerti apa dari pembicaraa ini, sa tidak tau, koe paham apa dari pembicaraan ini. Dan sa piker apa yang ko bicarakan waktu itu seharusnya koe berterus padaku, katakan, sa tidak suka dengan jalan yang ko ambi, dan sa juga pasti akan ambil sikap tegas dari hal itu.

Tapi semua su berlanjut, tidak mungkin tong dua bisa putar waktu, dan keadaan saat itu untuk di renungkan kembali. Sa tidak ingin hidup sa di habiskan memikirkan hal-hal pribadi, yang sifatnya ego pribadi, sa juga tidak ingin semua di reka-reka ulang, untuk menghambat segala kegiatan yang sa jalani saat ini.

Sa akan berusaha untuk melupakan ko, walau belum ada putusan pasti dari ko terkait keberadaan hati saya yang selalu terapung-apung. Dan sa juga tetap berjalan, melanjutkan segala atkivitas dan kegaitan saya untuk membangkitkan, membangun, bahkan memampukan orang lain, yang tidak adalah tujuan hidup sa.

Ini mungkin curahan bagian terkecil dari harapan, tangisan, bahkan problem terkecil dari kehidupan saya. Semoga ko paham, semoga ko bisa ngerti, bahkan semoga ko bisa secepatnya ambil sebuah keputusan, sebuah keputusan yang mungkin menjadikan ko manusia yang betul-betul hidup.




headerr

Baca Selengkapnya......

Friday, July 31, 2009

Goresan Dari Hati

OCTHO- Siang itu matahari tampak muram, hujan-pun sangat deras, di tambah lagi dengan sayatan guntur, kilat serta petir yng semakin menjadi-jadi. mungkin alam telah paham, bahwa suasana hatiku sedemikian gentir, saat wanita yang selama ini menjadi tumpuhan hidupku, harus berbalik arah dengan alasan yng sangat tidak jelas.

Banyak pertanyaan muncul kala itu. apakah kau telah lupa dengan semua janji manismu? apakah Kau juga sudah tentu telah lupa dengan harapan, hayalan bahkan cita-cita konyol yang selalu kita pikirkan bersama ataukah yang kesemuanya itu hanya curahan kasih sayangmu yng sifatnya semua.

Mungkin hanya kau yng bisa menjawabnya, karena kau-pun tidak pernah berterus terang padaku tentang persoalan yng sebenarnya. Menyakitkan juga sih dengan semua caramu ini.

Dan Kadang juga yng menjadi pergulatan batinku, selalu menanyakan kenapa kau setega itu? melupakan, mengabaikan, bahkan berlagak tidak kenal padaku. apakah kau telah yakin betul-betul, bahwa lelaki yng sedang bersamamu saat ini, sangat-sangat sempurna dan tidak bercela dariku. Yah, mungkin demikian? Karena menambah dosa, apabila menilai dan menentukan baik buruknya seseorang, dalam hal ini pria yang menjadi dambaan hatimu, dan saya kira sangatlah tidak pantas menghakiminya.

Masih teringat, saat sumpah serapan kau keluarkan, agar aku mempercayai dan meyakinimu, bahwa memang betul, kau betul-betul menjadi milikku dan sangat-sangat mencintaiku. Kau berterus terang secara sungguh-sungguh, bahwa tidak ada seorang priapun di luar sana yng menjadi idolamu, walau ada, kau sering berterus terang dan cerita padaku, seakan-akan betul bahwa kau tidak pernah menaruh hati padanya.

Semua itu agaknya telah meyakinkanku, bahwa memang betul, kau begitu sangat cinta kepadaku. Dan kadang dari segala yang kau korbankan, termasuk waktu, materi bahkan diri sendiri, kadang telah meyakinkanku. Namun harus kuakui, itu salah dan dosaku, dimana memercayaimu begitu cepat. setelah ini berpikir juga, kenapa sebodoh itu diriku?

Kau tida paham, bertapa berkeping-keping hati ini, memikirkan, bahkan mengharapkanmu. Kau mungkin sedang bahagia, kau juga mungkin sedang tawa canda kegembiraan, karena pria yng selama ini menjadi lelaki idolamu, walau saat itu masih bersama-sama dengan aku telah ada di pelukanmu.

Saat membuka notes pribadiku yang sudah kusam, hati selalu menangis. saat melihat waktu-waktu saat kau dan aku duduk bahagia bersama. Saat kau dan aku duduk suka duka bersama. hanya humor, dan obrolan singkat yang sering melunakan hatiku dan hatimu saat kita sedang bergulat mencari sebuah kesempurnaan.

Semakin banyak membuka notes, semakin banyak pula harus menahan kekecewaan. Apalagi, di barengi dengan pikiran akan waktu saat kita bahagia, saat-saat kita saling mengharapkan, dan saat-saat waktu kita saling tegur sapa.

05 April 09 lalu, saat itu hatiku tidak karuan memikirkanmu. hari ulang tahunku yng telah kau tunggu-tunggu harus di rayakan tanpa kehadiran, bahkan sapaanmu. Jujur, hati sangat-sangat risau memikirkanku, hati selalu berbisik, seandainya dia ada, sudah mungkin telah menjadi malaikat sempurna yng memberi senyuman manis, sebagai kado terindah saat aku berulang tahun.

Deringan telepon dari jarak yang cukup jauh, sudah tentu telah menjadi sedikit obat penenang, dalam menemani tidur-ku. Sempat bertanya juga sama Tuhan, apa benar dia tulang rusukku?

Mungkin saya tidak ingin bicara banyak dengan coretan ini, karena hatimu mungkin sedikit paham dengan suasana hatiku saat ini. Terlanjur hati ini kecewa, dan sudah terlanjut pula hati ini di sakiti, dan tidak mungkin saya harus menelan semua muntah dengan dalih menerima dirimu kembali, apabila suatu waktu kau menginginkan demikian.

Tidak ada tempat, hati telah diisi dengan pikiran lain yng mungkin berguna buat masa depan. Dan mungkin, saya akan menjadi orang pertama yang akan mengucapkan selamat, apabila melihatmu menjadi seorang wanita yng sukses dengan segala cita-citamu. Kita mungkin akan menjadi saksi pada kehidupan, orang lain akan menjadi saksi untuk kita berdua, Antara kau dan aku, harus punya tujuan yang satu, yaitu; bahu membahu bangun tanah Papua.

*Catatan di Tengah Bisingnya Hati Nurani


Sumber Gambar: http://media.photobucket.com/image/love%20heart/funkbutter/graphics/Showing_Love/8_showing_love_heart_dancer.gif



headerr

Baca Selengkapnya......

Thursday, April 23, 2009

Suara Dari Hati, UNTUK-MU

OCTHO- Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Seutas kalimat di atas rasanya sangat pantas menggambarkan seorang wanita dalam uraian tulisan kali ini. Beberapa alasan, telah menjadikan dirinya tidak berkembang, alias pola piker yang tetap kerdil terus-menerus. Walau usia, pendikan telah menunjukan dirinya sangat dewasa.

Mencintaimu! Seluruh gambaran isi hatiku kepadamu, saat kau meragukan diriku. Kau bukan wanita, ketika trauma masa lalu kau jadikan ukuran untuk menilaiku. Seharusnya kau bisa pahami, masa lalu tidak akan pernah kembali. Masa depan di gambarkan, tergantung pensil yang kau sedang pakai tuk menggoreskan semua itu.

Saat itu dalam perjalanan menuju sebuah tempat “pelariaan”. Hasrat dirimu yang semakin menjadi-jadi, se-akan menyadarkan aku, bahwa mungkin kau telah menjadi bagian dari diriku. Segala ucapan yang kau keluarkan, semuanya jembatan penyambung antara hatimu dan hatiku.

Teguran, ucapan, sapaan yang telah kau berikan, sudah tentu meyakinkan aku bahwa kau butuh kesempurnaan dariku. Padahal seharusnya kau mengerti, tidak ada seorang-pun yang bisa jadi sempurna. Selain kristus sendiri.

Saat trauma masa lalu semakin membuatmu ragu untuk mengambil keputusan, kau justru membuatku terkeyok dengan gelagat suara hatimu. Tidak! Kataku, seraya semakin meyakinkan dirimu bahwa kau akan tetap bagian dari diriku, yang telah dan akan sedang tergenapi semua harapan itu.

Aku tidak pernah ingin menaggapmu bodoh, bahkan kuper. Walaupun segala alasan yang kau beri seringkali arahnya kesana. Saat kau sedang berkelana ke dunia “alasan” hanya angin lalu yang sedang mendengar segala ucapan gombal itu. Bukannya aku tidak mau mendegar semua itu, tapi hati ini miris mendengar semua itu.

Usia! Menjadi alasan utama untuk kau ingin menjauh dari diriku. Semua tinggal kenangan kataku, ketika dalam segala arah kau selalu dan selalu mencium segala hasrat itu. Sudah aku yakinkan kau, tuk tak terlalu mengarah kesana, karena sudah tentu hati ini akan sakit, ketika semua alasan itu tetap dan tetap kau keluarkan.

Pendikan! Hal itu tidak pernah berpengaruh dalam dunia percintaan. Kau mungkin akan selesai dalam beberapa tahun belakangan ini, sedangkan aku sendiri belum tentu tamat SMA, karena berbagai pergumulan selalu menjadi “sahabat” karibku.

Kau pasti berharap dengan melawan suara hatimu agar saya dapat menemukan seorang wanita yang sangat pantas untuk aku. Harapan itu selalu dan selalu kau nyanyikan setiap saat, seakan-akan telingaku telah tuli. Saya bingung dengan semua ini. Mau membunuhku ataukah mau menghancuriku.

Allah yang kau sembah, itulah yang selalu membesarkanku. Dan tentunya kau harus paham, Allah itu tidak pernah menyuruhmu membunuh seseorang pria dengan ucapan kata-katamu yang sedikit mencekam suasana batin. Malam itu, dalam lilitan selimut “kasih sayang” aku termenung, kau atau dirimu yang sebenarnya sedang menimbang-nimbang.

Jarak! Memang betul, kau sedang berkelana jauh dari tanah Papua. Sumber Daya Alam (SDM) yang handal adalah peluru untuk membangun tanah Papua. Dan kau sedang paham dengan semua itu. Sehingga kau sedang berguru di sana. Namun sebenarnya tidak pantas kau jadikan itu sebagai alasan untuk tetap tidak menerimaku.

Aku tidak tau, mungkin ada orang lain yang sedang kau idolakan di jawa sana. Aku juga tidak tau, adakah orang lain yang telah lebih dulu bersandar menunggu jawaban di hatimu. Tetapi segala gelagat serta caramu, tetap meyakinkanku bahwa kau tidak punya siapa-siapa disana.

Kau pernah berterus-terang, bahwa ada “berkas” luka di hatimu. Yang kau katakan bahwa sangat susah di hapus nodanya. Uraianmu sudah lebih dari cukup, dimana telah betul-betul meyakinkanku bahwa memang betul, noda itu sukar di hapus.

Saat ini aku sedang berusaha untuk membersihkan noda itu. Mungkin uraian dari aku yang belum begitu jelas, sehingga kau sukar tuk mempercayai. Saat aku hadir untuk menjadi seorang malaikan terang, yang ingin memberimu sinar, namun kadang kau menolak semua itu.

Sepenggal puisi pendek yang aku goreskan dalam diarymu, aku kira sudah cukup memberi pencerahan. Namun mungkin kau masih lugu, ataukah kau pura-pura lugu, atau mungkin justur aku yang lugu. Bingung! Lagi-lagi aku bingung, mengapa semua ini bisa terjadi. Padahal Allah menciptakan kau dan aku sebagai manusia pintar.

Harus di selesaikan semua ini. Siapa yang salah di antara kita. Apakah Allah yang salah. Dimana dengan tega mempertemukan kita berdua. Kau yang begitu salah. Dengan gelagat suara hatimu yang selalu menggoda. Ataukah aku yang salah. Dengan mudah memberikan hati ini padamu.

Semoga semua ini bisa di selesaikan secepatnya. Lebih mulia apabila kau mau menjelaskan semua ini padaku, walau aku telah biasa mendengar semua itu. Ter-mulia, apabila mungkin aku, suara aku mau menerima semua kenyataan ini, walau keliatannya sangat sukar. Bahkan sungguh sangat mulia, apabila Allah mau mengerti semua persolaan ini, dan menjadikan kita tetap tegar.


KM Dorolonda, 14 April 2009, Pukul 19.00 wit
Catatan di tengah pertanyaan suara hati.





headerr

Baca Selengkapnya......

Saturday, March 14, 2009

Untuk Kau Yang Sedang Berduka

OCTHO- Kalah ataupun menang dalam suatu perlombaan itu sudah hal biasa, yang tidak biasa ketika kita kalah kemudian berkelahi dengan mereka yang telah menang, kataku menghibur “sahabat” terbaiku yang sedang berduka karena kekalahan mereka dalam Final pertandingan basket antara pelajar Se-Kabupaten Nabire yang berlangsung, Sabtu (15/03) kemarin.

Walaupun kekalahannya sudah berlangsung, tho tetap diwajahnya tetap terlihat kesedihan yang begitu mendalam. Seakan-akan dirinya beranggapan, bahwa dia telah berdosa pada semua pendukung dari sekolahnya yang telah datang menyaksikan pertandingan tersebut. Baik para guru, pendamping serta sahabat-sahabatnya, termasuk kakak-kakak kelasnya.

“saya sangat berhutang pada semua mereka yang datang menyakiskan pertandingan sore ini, terlebih khusus buat keluarga besar SMA Adhi Luhur yang telah mendukung dan mensuport kami dalam segala hal,” terangnya lebih jauh.

Menyeselai perbuatan mereka yang sedikit mencoreng wajah sekolah mereka, beberapa temannya telah meninggalkan lapangan basket untuk pulang lebih dulu, padahal pertandingan berikutnya akan berhadapan Final kategori Putra, antara SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 1.

Tidak ingin kejadian seperti itu terulang, saranku hanya saat akan bertanding berpikirlah untuk menjadi juara. Mental juara dalam bertanding, akan mematahkan segala kesedihan, keraguan, kebimbangan dan lain sebagainya. Saat Michael Jordan membawa timnya unggul dalam segala ajang basket NBA di Amerika, dipikirannya dan teman-temannya tidak ada kata kalah.

Hal ini juga perlu di contoh oleh semua kita. Selain itu, team sepakbola dari Liga Inggris, Liverpool FC. Adalah salah team mapan yang tidak pernah berpikir kalah, yang mereka pikirkan adalah akan menjadi juarawan sejati. Di klub tersebut tidak di huni pemain-pemain kelas mapan, atas kelas dunia yang sangat top. Tapi tho, mereka selalu menjadi yang terhebat dengan mengalahkan berbagai team yang unggul.

Sekali lagi, untuk kau yang sedang berduka. Lupakan semua itu, karena kalah itu sudah hal biasa. Ketika kalah, pikirkan baik-baik apa yang menyebabkan semua itu bisa terjadi. Dan usahakan untuk pertandingan berikutnya menjadi yang lebih baik, dengan sarat mental juara yang ada pada seluruh pikiran para juarawan.

Selamat untuk semua pemain basket SMA Adhi Luhur, khususnya team Putri, kalian orang-orang hebat yang bisa mencapai titik akhir di Final ini, walaupun hasilnya kurang memuaskan. Tetapi sekali lagi, saya mau katakan bahwa kalian orang hebat, team basket yang perlu di contohi. Terimalah semua kekalahan ini dengan ikhlas. Karena untuk segala sesuatu ada waktunya. Salam………..!







headerr

Baca Selengkapnya......

Kau Harus Paham Dengan Dunia Ini


OCTHO- Beberapa hari belakangan ini saya disibukan dengan kegiatan sekolah yang sangat padat, mulai dari mengelolah bulletin sekolah yang harus terbit tepat waktu, meliput kegiatan olahragah yang sedang berlangsung di salah satu SMA, dan selain itu hasil tulisan yang harus di serahkan ke Media masa untuk dimuat.

Tetapi dari semua kesibukan itu, saya selalu mengutamakan bulletin sekolah yang harus terbit tepat waktu, karena beberapa pengalaman saya dan teman-teman kurang konsisten dalam hal ini. Sehingga satu tekad, tidak boleh hal ini terulang lagi.

Tetapi di balik semua kesibukan itu, ada saja yang selalu minta di perhatikan. Dia selalu ingin agar saya selalu mendampinginya, dia ingin agar selalu melihat wajah saya, dia ingin selalu bersamanya kemanapun. Sayapun sudah jelaskan padanya secara panjang lebar, tentang kesibukanku, sehingga nggak bisa menemaninya kemanapun.

Mungkin bagi dia, penjelasan yang saya berikan sangat kurang. Sehingga ocehan dan omelan selalu dan selalu di keluarkan dari mulutnya. “serius nggak, kamu mau bersahabat (red, pacaran) denganku. Dah beberapa hari kok nggak pernah telp, bahkan sampai datang kerumahku,” kata sahabat terbaik beberapa saat lalu.

Kesibukan sekolah (olah bulletin) telah sedikit menggangu hubungan saya dengan teman saya. Sudah ku jelaskan semua kesibukan saya padannya, namun dirinya tetap berisekeras untuk tidak mendegarku. Dirinya beranggapan bahwa saya hanyalah lelaki yang suka berbual, atau omong kosong.

Sekali waktu saya pernah merenung, antara media dengan pergaulan mana yang lebih penting. Karena jujur, hampir setengah waktu saya habiskan di depan internet, dari pada pergi bergaul, berolahraga, bermain dan beberapa kegiatan lainnya sama teman-temanku.

Tetapi bagiku, yang dirasa terbaik itu pula yang harus di berikan. Antara cewek dan media, keduanya sama-sama penting. Tetapi kadang adanya cewek, selalu menggangu segala kosentrasi saya pada dunia media yang saya baru kenal ini. Semoga dia (red, r3G1) paham akan semua ini. Dan satu yang sebenarnya ingin saya katakan, segala cintaku hanya untukmu. Dan jangan pernah ragu, bimbang, gelisah, dengan cintaku. Karena aku sangat tulus mencintaimu.

Semoga kau bisa membaca ocehan hati ini. Sehingga kaupun bisa paham melihat dunia yang sedang berkembang ini. Dunia ini bukan milik kita berdua aja, tetapi dunia ini milik semua orang. Sehingga kitapun harus paham akan semua mereka. Senang ketika kau bisa paham dengan semua ini, dan tidak menyalahkanku lagi suatu waktu.



headerr

Baca Selengkapnya......

Thursday, February 19, 2009

"Selingkuh" Wajar atau Keji??

OCTHO- Sebetulnya ini sebuah pertanyaan konyol yang tidak perlu saya tanyakan. Lagian perbuatan selingkuh atau mendukan seseorang dalam kehidupan adalah perbuatan hina dan keji yang sangat Tuhan maupun manusia.

Tetapi ide untuk menanyakan hal ini, muncul berawal dari pengamatan saya pada beberapa buku diary atau “buku harian” milik teman-teman cewek di kelas saya. Selain itu, menjawab pertanyaan yang saya lontarkan pada teman-teman cewek yang saya temui secara iseng-iseng pada beberapa waktu lalu.

Yang mana semua, dalam coretan maupun komentar singkat mereka mengatakan bahwa sangat benci pada lelaki yang suka selingkuh, atau lelaki yang memilik pacar segudang.

“tipe cowok yang suka, pertama kali adalah cowok yang “membenci” dengan perselingkuhan. Dan betul-betul mencintai saya dengan setulusnya,” urai salah satu teman wanita saya, ketika saya disinggung tentang hal ini.

Selain itu, dalam buku harian salah seorang teman wanita saya, dirinya secara blak-blakan menyatakan bahwa sangat benci dengan lelaki yang suka menduakan dirinya, alias selingkuh sana-sini. “kalau disuruh memilih, lebih baik memilih orang gila yang tidak tau selingkuh, daripada berpacaran dengan seorang pria yang sangat tampan, tetapi jago selingkuh.” Urai temanku dalam buku diary-nya yang sangat cantik.

Siang itu saya tertawan terbahak-bahak membaca uraian (emosi) yang teman wanita saya tuangkan dalam buku hariannya, mungkin, tujuannya agar di baca semua teman pria, terlebih khusus mungkin saya sendiri. Bagi saya, emosinya telah sedikit menggoda saya untuk menjadi “orator” untuk menyadarkan teman-teman saya masih sering bersikap seperti ini (jago selingkuh).

Apa untungnya kita selingkuh sana sini, Tanya saya pada salah satu teman kelas pria yang sedikit dikenal sebagai “Playboy”. Dengan tidak sedikit-pun rasa berdosa, teman saya menjawab sebuah jawaban secara tegas, yang sekaligus membuat semua kita harus merenung semua ini.

“kehidupan dan selingkuh adalah dua sisi mata uang tidak bisa di pisahkan dari keseharian saya, urainya. Ketika kita mencintai seseorang (dalam hal ini wanita) berarti kita telah memberikan semua yang ada pada kita pada dirinya, termasuk hati kita. Padahal, tidak pantas kita memberikan hati kita padanya, karena dirinya belum tentunya menjadi tulang rusuk kita,” terang teman saya dengan nada girang.

Untuk menanggapi komentar teman cowok saya, dengan dalih ingin mendengar tanggapan seorang wanita maka sayapun bertanya pada seseorang teman saya yang di kenal sebagai teman yang sangat “rewel". “bagi saya pribadi selingkuh adalah perbuatan yang tetap hina dan berdosa, tidak pantas kita mengatakannya sebagai perbuatan yang wajar. Yang menjawab pertanyaan seperti diatas, adalah dia yang memiliki nafsu tinggi terhadap seseorang wanita” urai teman saya dengan keras.

Antara boleh dan tidak, kesimpulan yang bisa saya simpulkan dengan perbuatan yang kata beberapa orang sebagai perbuatan yang “keji”.

Ketika saya sedang menulis tulisan ini, ada seseorang menawarkan kepada saya untuk menuliskan tanggapannya mengenai selingkuh, dia adalah Fernando salah satu pria yang lajang yang tinggal bersama-sama dengan-ku. “Bagi saya, selingkuh di jadikan sebagai ilmu pamungkas alias ilmu untuk menjawab kebutuhan diantaranya memuaskan hawa nafsu. Selain itu selingkuh juga sebuah penyakit masyarakat yang sedang tren, baik di rumah tangga sampai pada anak muda,” terang nando mantap.

Sayapun semakin di bingungkan, kata beberapa orang perbuatan selingkuh atau menduakan seseorang adalah perbuatan hina. Tetapi yang jadi pertanyaan, betulkah seseorang yang sedang kita pacarin adalah seseorang yang akan menjadi pasangan hidup kita.

So, masing-masing kita mempunya pemahaman dan pandangan yang berbeda juga dengan selingkuh. Antara boleh dan tidak, itu jawaban yang kita bisa simpulkan, dan tidak mungkin kedua-duanya.

Dan bagi saya sendiri pribadi, selingkuh adalah sifat pribadi manusia yang wajar, sehingga tidak perlu kita mengganggapnya sebagai sesuatu perbuatan yang keji. Masa muda adalah masa untuk memilah dan memilih kata ibuguru saya beberapa saat lalu. Selingkuh sangat salah, jika kita sudah berumah tangga dan sudah menjalin kasih sekian lama untuk tahapan yang lebih serius.

Anak muda harus menjadi terang untuk banyak orang, bukan menjadi lilin yang terang hanya didalam satu ruangan saja. Tuhan memberikan manusia mata, telinga, hati dan pikiran untuk memilih dan menentukan mana yang baik, mana sesuai dan mana yang cocok.

Sumber Gambar:


Photobucket

Baca Selengkapnya......

Saturday, January 31, 2009

Untuk Kau, Yang Menduakan Aku



Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak ,orang pintar menjadi bodok jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Sepenggal kalimat yang pernah di ungkapkan Jhon Maxwell diatas rasanya sangat pantas untuk menggambarkan seseorang wanita dalam sebuah uraian singkat ini. Dimana wanita ini menjadikan hidupnya tidak berarti dengan pilihan hidup yang sedikit mencoreng dirinya.

Mungkin bagi dirinya, sebuah permainan seperti ini akan membawah menjadi orang yang semakin dikenal. Entahlah, saya sendiri tidak tau apa maksud dari permainan itu. Toh, karena saya sendiri korban daripada permainan itu.

Malam sabtu yang menyebalkan, itu kataku saat seorang wanita Jenna (bukan nama sebenarnya) membuatku hancur lebur karena ulahnya yang begitu tidak akan pernah kumaafkan. Beberapa kali dirinya mencoba kesungguhan hatiku dengan beberapa Testi (Comment) di FS yang menyatakan cinta, sayang bahkan rindunya pada diriku yang jauh di pelosok Papua.

Aku memahami semua ini, tidak mungkin diriku akan menjadi yang special dalam dirinya. Dimana dirinya tentu membutuhkan orang lain, atau teman dekat yang tinggal sama-sama dengannya yang membuatnya bahagia walau tak sebahagia ketika diriku akan bersamanya suatu saat nanti (Mimpi kaliiii).

Aku-pun memahami, kalau dirinya tentu akan menjadi sebuah misteri yang patut di pertanyakan kebenarannya. Entahlah…. Keakrabanku padanya hanyalah keakrabanku dengan seseorang yang misteri. “Misteri, kau telah buatku hancur lebur,” bunyi sepenggal SMS yang aku kirimkan malam minggu itu ke ponselnya.

Ponselku malam minggu itu berdering beberapa kali, membuatku agak malas untuk mengakatnya. Entahlah…nggak mungkin kubiarkan hasratnya untuk berbicara denganku sirna begitu saja. Kuangkat ponselku dengan bermalas, tapi dari suara dan raut waajahku kurasa sudah cukup meyakinkannya bahwa aku sangat bahagia mendengar suaranya.

“kabar-mu gimana, kok nggak pernah kase kabar lagi,” terangnya sedikit menggorek pembicaraan kita biar lebih jauh. “baek, tapi sedikit menyebalkan, karena saya ganas koe sekali, kataku mengalihkan segala pembicaraan manisan yang telah disusunya rapi sedemikian rupa di malam minggu itu.

Menjadi perenungan untuknya. “kenapa koe ganas saya, masa kok gitu,” Tanya dengan sedikit bercanda seakan-akan dirinya tak pernah bersalah padaku, sehabis itu logat jawanya yang semakin menjad-jadi membuatku agak malas omong padanya. Malam itu diriku, dibuat pusing, seakan akau orang bodoh se-dunia. Baginya, tidak akan beralihr pembicaraan apabila diriku tak mengukapkan akar duduk sebuah persoalan, yang membuat aku ganas padanya.

Saya sangat bersikeras untuk tak menjawabnya, lagian aku juga sedikit kesal, dimana dirinya beranggapan bahwa dirinya seorang malaikat yang tidak pernah bersalah. “kamu koreksi dulu, kesalahan terbesar apa yang kamu buat, sehingga membuat saya ganas setengah mati dengan koe. Saya rasa koe bisa sadari koe punya kesalahan kok,”terangku mantap dengan dalih tak mau menjawab pertanyaan via ponsel malam itu.

Beberapa kali aku dibuat pusing, bahkan rasanya ponselku yang selalu menjadi teman sepermainanku ku banting dengan harapan agar tak berbicara lagi padanya. Tak mungkin kulakukan semua itu, ponsel tidak pernah bersalah dalam duduk persoalan ini. Sudah kujelaskan berkali-kali, bahwa aku tak berbicara persoalan ini padanya, namun dirinya tetap bersikeras untuk mendengar langung permasalahan ini. “cepatan bicaranya, nggak akan kuputusin obrolan ini, kalau kau tidak memberitahukan persoalan apa yang sedang terjadi antara kau dan aku,” terangnya seraya memaksa batinku agar bersura memberi jawabnnya padanya.

“gimana sih cara kamu menyelesaikan sebuah persoalan, dalam kehidupanmu kalau caramu tetap begini,” terangnya seraya memberi sebuah pancingan untuk dimakan oleh aku. “saya tunggu semua masalah selesai, enak suasana hatinya, baru akan kuselesaikan semua persoalan itu,”terangku mantap menepis aura nadanya yang semakin memaksa.

Tidak pernah batinku menyerah dengan pancingan-pancingan manisnya. Bagiku, dirinya hanyalah sebuah gong yang sedang berkumandang untuk didengar suaranya oleh sedemikian banyak orang. Dirinya telah menjadi dewi yang berkhazana elok, seakan-akan tidak pernah berdosa, bernista tetapi semua telah memupus semua harapan ini.

Malam itu menjadi malam pergulatan batinku yang telah berdosa karena memberi hati untuk disinggahinya. Batinku berdosa, karena tanpa sepengetahuan yang diatas (God) memberikan ruang untuk di obrak-abrik oleh seseorang misteri. Misteri, kau akan bahagia dan senang ketika tak akan mengobrak-abrik aku lagi. Kau akan lebih senang, omong cinta, sayang, say, honey dan sejenisnya pada dia yan memang betul-betul kau cintai.

Mungkin ku tak pantas bagi-mu. Mungkin ku hanyalah anak “kampungan”yang sok orang kota. Maafkan aku, kalau memang selama ini akau memakai topeng itu sehingga membuatmu terpikat padaku. Entahlah, Tuhan, Bulan, dan Bintang jadi saksi dimalam itu. Antara kau dan aku, akulah yang jadi pemenangnya karena batinku tidak pernah menyerah dengan beberapa menu menggoda yang telah kau sedikian untuk merusak batinku dari persoalan ini.

Tuhan maha adil, kataku ketika kau paham dengan semua persoalan duduk persoalan. Tuhan tidak pernah mengijinkan kebenaran di injak-injak oleh dusta. Sekali lagi, ku mau katakan bahwa Tuhan maha adil. Dirinya tidak pernah menyatukan kebenaran dan dusta. Bahkan gelap dan terang tidak akan pernah bersatu. Hanya manusia seperti kau, yang selalu memaksa Tuhan untuk menyatukan yang tidak pernah bisa di satukan untuk disatukan.

Senang rasanya, ketika kau bisa paham dengan semua ini. Senang juga, ketika kau bersedia jelaskan padaku suatu saat nanti duduk persoalan yang sebenarnya. Karena saat itu menjadi malam yang penuh misteri, ketika kau mengetahui dari teman terdekatmu tentang duduk persoalan yang sebenarnya.

Aku benci pada pendusta, aku benci pada pembohong. Aku tidak benci padamu jena (bukan nama sebenarnya), aku tak marah padamu namun aku lebih-lebih tak akan pernah melupakanmu, karena batin saat ini sedang terseok dengan caramu yang sedkiti mendewasakanku. “Tuhan dan Jena memberi aku sebuah pelajaran yang hidup yang akan kuingat sampai mati,” itu kataku seraya berbisik pada batinku yang selalu menemani aku dalam suka dan duka mengarungi kehidupan ini.

Kemana lagi batin ini akan berkelana, itu sebuah misteri yang tidak akan pernah terjawab. Hanya, Tuhan pribadi yang tunggal dalam kehidupan-ku dan waktu yang selalu memompa semangatku yang akan menjawab semuanya. Waktu, tetaplah temani aku untuk menunjukan bukti nyata kedewasaan lainya padaku.



headerr

Baca Selengkapnya......

Thursday, November 27, 2008

Pacaran Usia Sekolah, No Problem

Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan dari segala masa dalam kehidupan kita, dimana bisa berbuat apa saja. Bahkan kita bisa bertemu lawan jenis kita yang kita anggap paling terspesial dalam hidup kita. Pernah nggak rasain yang namanya jatuh cinta??

Bagi saya pertanyaan ini adalah pertanyaan paling konyol yang harus saya jawab. Saat saya sedang jatuh cinta, apapun yang tidak pernah saya kerjakan akan saya kerjakan. Dan apapun yang menurut saya paling malu untuk dikerjakan akan saya kerjakan, semua itu saya lakukan demi menggembirakan hatinya. Malu juga sih diliatin teman saya. Tapi apa salahnya juga!

Ada apa dengan cinta? Inikah yang dinamakan virus cinta, atau inikah yang dinamakan dengan denyutan asmara yang sedang membara. Kebanyakan orang ketika sedang jatuh cinta akan melibatkan Tuhan dalam hubungan mereka. Sayapun sering begitu, ketika sedang berangan-angan saya pun sering mengikutkan Tuhan dalam angan-angan itu.

Namanya manusia, apalagi anak muda barang tentu sangat wajar seperti itu. Coba tanyakan kepada orang tua saat ini. Pernah nggak mereka alami hal seperti itu, tentunya mereka dengan lantang akan menjawab pernahlah. Bagi mereka mereka melewati masa muda tanpa cinta mencintai adalah hal paling memalukan yang mereka lewati.

Banyak orang tua berpendapat bahwa masa muda kita tidak boleh dihabiskan dengan saling bercinta. Banyak alasan yang mereka tuturkan. Di antara karena takut konsentrasi sekolah terganggu, takut pelajaran menurun, takut niat belajar akan luntur. Bagi saya, orang tua tidak pernah paham dengan pola perkembangan anak muda, dan apa yang mereka inginkan.

Saat ada orang tua yang berlagak militer melarang anaknya, tanyakan aja sama mereka pernah nggak jatuh cinta. Memalukan apabila mereka menyangkal perbuatan yang mereka lakukan pada masa muda. Dan bagi saya ini suatu kewajiban atau hal lumrah yang dilakukan oleh setiap manusia.

Selain itu, bagi saya ketika kita berpacaran maka semangat belajar kita akan bertambah, apalagi sang idola berada satu sekolah atau satu lingkungan tempat tinggal dengan kita. Semua ini saya sampaikan karena beberapa pengalaman fakta yang pernah dituturkan oleh beberap teman, sekaligus pengalaman yang pernah saya alami sendiri.

Pengalaman terbaik dan menarik yang pernah saya alami, dimana sangat suka terhadap seorang gadis. Kebetulan satu sekolah dengan saya, alangkah kagetnya. Ketika saya menaruh hati padanya, semangat sekolah dan belajar saya semakin meningkat. Yang ada di dalam pikiran saat akan berangkat dalam sekolah hanyalah dia dan belajar di sekolah, padahal cinta saya belum tentu diterima sama dia.

Bagi saya dia adalah obat paling mujarab yang dapat membangkikan semangat saya untuk belajar dan ke sekolah. Dan saya selalu memikirkan, satu hari tidak melihat wajahnya adalah hari terburuk yang saya lewat. Inikah yang dinamakan jatuh cinta, pertanyaan ini selalu saya keluarkan dari mulut hati saya.

Selain itu ada seorang teman saya. Dia dan ceweknya berada pada satu sekolah, sekaligus pada satu kelas. Pada awalnya saat mereka belum jadian, sahabat saya ini paling malas belajar. Tapi alangkah kagetnya orang-orang, ketika mereka baru jadian semangat sekolah dari teman saya sangat tinggi, sehingga orang tua, guru dan orang lain begitu bangga padanya. Ini semua ulah virus cinta itu.

Jadi para orang tua janga salahkan virus ini ketika menyebar sampai pada seluruh anak-anak muda zaman sekarang. Bagi saya pribadi ini hal lumrah yang dapat terjadi kepada siapa saja. Bukan berarti saat seorang anak muda kena dengan virus ini, segalanya akan berakhir dengan perbuatannya yang sia-sia, sangat menyakitkan kepada si anak apabila ada orang tua yang berprasangka sedemikian buruk.

Memang dampak kita berpacaran juga sangat besar resikonya, dimana dapat terjadi berbagai hal yang tidak kita inginkan terutama para orang tua. Tapi bagi si anak dia akan mengerti kok, apa yang boleh dibuat dan tidak boleh dibuat. Soalnya anak muda juga bisa mengerti dan paham terhadap semua realitas kehidupan.

Nah, kalau begitu boleh nggak kita pacaran? Bagi saya itu suatu keharusan yang harus anak muda jalani. Tetapi bukan berarti dengan tulisan ini saya ingin menunjukan kepada publik terutama anak muda agar meningkatkan semangat pacaran. Dengan tulisan ini saya hanya ingin meluruskan prasangka buruk yang selalu para orang tua yakini.

Tahu nggak, tulisan ini saya buat saat saya sendiri sedang jatuh cintah. Yah…ileeee, kok sampai ngaku gitu sih. Nggak apalah, kejujuran dalam menulis juga sangat penting ditanamkan dan di praktekan. Dan ini bukti semua itu. Mau tau siapa cewek yang jadi idola saya saat tulisan ini di buat. Lebih seru kalau wikimuer bisa tebak sendiri.


Baca Selengkapnya......

Thursday, October 23, 2008

Sedih Juga Di Tinggal Pacar

SEDIH rasanya ditinggal seorang pacar yang kita cintai, sayangi, bahkan idolakan. Hal inilah yang saya alami beberapa saat lalu. Ketika seorang cewek yang saya anggap sebagai seorang yang specila dan khusus mengambil keputusan untuk memutuskanku.

Alasan putus Karen melihat wajahku yang seram dan jelek, itu merupakan salah satu alasan pasti yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya walaupun si dia (je4n) tidak bisa berterus padaku tentang alasan ini

Segala cara sudah ku lakukan untuk tetap mempertahankan buah cinta ABG saya dengan dirinya, namun apa mau bertahan kalau Tuhan, Iblis dan dirinya tidak berkehendak demikian. Saya dah ngomong ama Tuhan, Iblis dan dirinya unutk tetap melanjutkan cintah kita, apa daya semua tidak berkehendak demikian, hanya iblis yang menjawabku.

Entahlah, alasan apa dia memutusi diriku. Seorang yang sangat berprinsip sangat saya hargai dan hormati seperti saya menghargai kedua orang tua saya. Tapi saya sangat benci dan marah pada seseorang yang dengan prinsipnya mau menghancurkan hidup seseorang, dalam hal ini menghancuri hidup saya.

Tapi nggak apalah, dunia ini tidak sempit kok. Masih banyak bintang-bintang yang bisa kita temukan, masih banyak permata yang bisa kita temukan bahkan masih banyak idola yang bisa kita jumpai.

Tapi secara jujur, ada satu yang saya pribadi tidak bisa lupakan dari dirinya. Dia selalu menekankanku unutk selalu menyerahkan segala kehidupan kita ama sang pencipta dalam segala kesibukanku. Selain itu dia (je4n) telah mengajari saya untuk selalu bertindak dan berpikir dewasa dalam segala hal dalam menjalani hidup.

Beberapa kosa kata romantis telah dia ciptakan untuk saya renungin, Mulai dari kata “honey, say, cinta, sayang´ dan masih banyak lagi. Semua kata itu membuat saya berpikir inikah yang dinamakan cinta, bahkan dengan beberapa kata itu membuat saya selalu merenung sendiri. Bahkan saat sedang merenung saya selalu membayangkan bahwa dirinya sedang menemani saya dalam segala kegiatan saya.

Bahkan yang lebih mengejutkan, ketika saya telvon padanya beberapa kosa kata romantis yang tidak pernah saya ucapkan dan katakan keluar begitu saja. Alasan utama saya meminta Tuhan, Iblis dan dirinya untuk tetap kembali padanya adalah karena dirinya sangat berarti bagiku dan seorang yang bisa diajak ngobrol dalam segala hal.

Air yang sudah keruh tidak mungkin bisa kembali bening lagi, kecuali adanya proses lebih lanjut, hati yang sudah luka nggak mungkin bisa terobati lagi kecuali adanya proses lebih lanjtu antara mereka yang sedang bertikai.

Semoga luka ini tidak parah dan menjadi penyakti yang dapat membunuh semangat saya untuk kembali berekspresi dalam segala hal, termasuk tidak membua saya malas sekolah lagi.

Baca Selengkapnya......